Penjual Madu Dari Semongkat Show di Kick Andy

Penjual Madu Dari Semongkat Show di Kick Andy

5558
6
BAGIKAN
Muhammad Yamin, penjual Madu Semongkat.

Sumbawa Besar—“Kali ini saya bagai mendapat durian runtuh,” itulah kalimat yang pertama keluar dari mulur Muhammad Yamin, seorang penjual madu dari Semongkat, ketika bertemu dengan BERITA SUMBAWA, Kamis (27/10/2016) pagi.

Yamin yang kesehariannya sebagai pegawai di Badan Pusat Statistik Sumbawa bersama istri tercinta Nurhayati dan 2 orang anaknya berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan dari program Kick Andy Metro TV. “Keberangkatan saya sudah direstui pimpinan saya di BPS Sumbawa,” ujarnya.

“Ini benar-benar di luar dugaan dan tidak pernah kami impikan ketika Metro TV menghubungi saya via telpon seluler untuk meminta kesanggupan saya serta keluarga datang ke Jakarta menjadi nara sumber pada acara Kick Andy yang akan tayang pada Jum’at (28/10/2016) pukul 21.00 WITA.

Yamin mengungkapkan, dirinya dihubungi oleh seorang wartawan Metro TV dan mewawancarainya terkait usaha yang digelutinya sejak tahun 1989 sampai saat ini. Sejam kemudian dari wawancara tersebut, dia lagi-lagi dihubungi via telpon seluler oleh Metro TV meminta kesediaannya untuk hadir bersama keluarga di stasiun Metro TV sebagai nara sumber di program Kick Andy.

“Tawaran tersebut langsung saja saya terima dan Selasa saya menerima tiket pesawat pulang pergi dari Metro TV,” ungkap Yamin.

Sementara menunggu waktu check in, Yamin, begitu dia disapa, menuturkan bahwa keberangkatannya ke Jakarta tidak terlepas dari binaan PT PLN (Persero) yang selama ini banyak membina dirinya dalam kelompok “Madu Lestari” di Semongkat, baik dari segi manajemen, promosi bahkan sampai pemasaran produk.

Usaha jual madu yang digelutinya bersama isteri selama ini sejak tahun 1989 dan pada tahun 1996 di Semongkat, Yamin membentuk kelompok berburu madu hutan yang dinamai “Madu Lestari” beranggotakan 17 orang pemburu madu. Berdirinya kelompok “Madu Lestari” pada 1996 tersebut sempat diresmikan oleh Kabag Perekonomian Kantor Bupati Sumbawa, ketika itu dijabat oleh M. Zain Sembang BA.

Sejak berdirinya hingga tahun 2006, keanggotaan Madu Lestari mencapai 177 orang yang tersebar di beberapa dusun di wilayah Kecamatan Batulanteh. Madu Lestari kemudian mengangkat citra madu Sumbawa yang ketika itu semakin terpuruk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan pemburu madu yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Muhammad Yamin ketika mengisi madu ke dalam botol.
Muhammad Yamin ketika mengisi madu ke dalam botol.

Yamin memaparkan, tahun 2006, kelompok Madu Lestari mulai menjadi mitra binaan PT PLN (Persero) dan pada tahun 2010 atas dukungan PT PLN, Madu Lestari Semongkat membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengembangkan wisata berburu madu hutan yang diresmikan pada 28 Januari 2012 oleh Asisten Deputi Kemitraan Bina Lingkungan, Kementerian BUMN, Edward Nurdin.

“Objek wisata berburu madu hutan ini merupakan satu-satunya di NTB bahkan satu-satunya di Idonesia. Tamu-tamu yang ikut berwisata selain wisatawan Nusantara (Wisnu) juga para wisatawan mancanegara (Wisman) seperti Australia, Korea dan Jerman.

Jika tahun 2006 anggotanya 177 orang, kini Madu Lestari beranggotakan sebanyak 562 orang tersebar di 13 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Keberhasilan Madu Lestari Semongkat telah mendapat perhatian dari Bank Indonesia Mataram yang sejak tahun 2007 sampai saat ini Madu Lestari dijadikan sebagai bagian dari survey Bank Indonesia bidang program kegiatan duina usaha. Madu Lestari diundang BI pada kegiatan temu responden pada 29 Oktober 2016 di Mataram. (bs/01)

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR