Prof. Ude Nunggu Lamaran Untuk Pilgub NTB

Prof. Ude Nunggu Lamaran Untuk Pilgub NTB

304
1
BAGIKAN
Rektor UNSA, Prof. Syaifuddin Iskandar.

Sumbawa Besar—Prof. Syaifuddin Iskandar selalu akademisi di Universitas Samawa (UNSA) hingga kini menunggu lamaran serius dari para kandidat yang akan bertarung dalam Pilgub NTB tahun 2018 mendatang.

Usai acara Miladnya yang ke 58 tahun, Prof Syaifuddin Iskandar yang akrap disapa dengan panggilan Prof Ude, mengaku bahwa hingga kini dirinya masih menunggu lamaran dari siapa pun yang akan maju.

Dia mengungkapkan memang sudah ada dua tim dari para kandidat yang resmi mendatanginya tapi bukan figurnya yang langsung membicarakan serius. Pembicaraan hanya sebatas sinyal yang mengarah kepada dirinya.

“Asalkan syaratnya tidak ruwet dan tidak sulit dijangkau maka OK. Kalau ruwet terutama masalah anggaran disuruh siapin segini, maka tidak usah karena tidak ada anggaran saya,” tandasnya.

Menurutnya, para tim yang menemuinya belum mengajukan syarat kepada dirinya hanya saja dijanjikan untuk tidak perlu menyiapkan apapun dan tinggal duduk manis saja. Hanya saja bagi dirinya bahwa hal tersebut adalah politik yang tidak bisa hanya di mulut, namun harus riil di depan mata modal yang dipersiapkan.

Prof. Ude juga tidak menepis sudah ada kandidat yang berkenan di hati. Dia  juga masih mengikuti perkembangan dinamika politik yang terjadi di NTB saat ini.

“Sudah ada yang menyampaikan visi misinya, cuma mengarah ke figur A karena faktor X ya juga. Ke figur B cocok sebenarnya dengan karakter saya akhirnya bimbang. Ada si kurang lebih antara A dan B tersebut,” sebutnya.

Mengenai komunikasi yang dibangun oleh Suhaili FT, menurut Prof. Ude bahwa hal tersebut baru sebatas komunikasi memberikan sinyal dan belum sampai membahas paket. Namun timnya sudah jelas mengungkapkan bahwa di internal tim Suhaili adalah Prof. Ude menempati posisi teratas.

“Kalau ada yang melamar, saya lihat dulu persyaratannya. Wajar perlu berkorban sebagai cost politik, tapi kalau terlalu besar dan jor-joran ya saya tidak mau. Lebih baik membangun hotel saja,” kelakarnya. (bs/01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR