Peringatan Hari Santri Adalah Moment Untuk Bersatu

Peringatan Hari Santri Adalah Moment Untuk Bersatu

253
0
BAGIKAN

TALIWANGHari Santri Nasional harus dijadikan sebagai moment untuk bersatu untuk umat islam, para santri dan masyarakat.

Hal ini diterangkan oleh Bupati Sumbawa Barat W. Musyafirin dalam sambutannya dan doa bersama sekaligus tabligh kebangsaan dalam peringatan hari santri nasional tahun 2017.
Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Taliwang, pada Minggu, (22/10/2017).

Dikatakan Bupati, hari santri adalah milik semua golongan, sehingga pada peringatan hari santri yang jatuh pada 22 oktober ini di jadikan sebagai moment untuk bersatu, jangan berpecah belah, karena perpecahan penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan.

Mari kita songsong kehidupan yang lebih baik, untuk kemaslahatan umat, serta mari pertahankan kabupaten sumbawa barat sebagai kabupaten zero horizontal conflict untuk keamanan NTB dan keutuhan NKRI, kata Bupati.

Untuk di ketahui hari Santri yang di NTB ini dipusatkan di Kabupaten Sumbawa Barat dengan mengangkat tema Merajut Kebhinnekaan dan Kedaulatan NKRI Dari NTB Untuk Indonesia.

Dia menjelaskan jika perbedaan akan tetap abadi. Namun perbedaan ini harus dikelola dengan baik sehingga keamanan dan kenyamanan pun tetap terjaga. Bupati juga mengungkapkan, Pemerintah KSB sangat memperhatikan santri. Ini dibuktikan pada tahun pertama kepemimpinannya, bantuan senilai Rp. 1 miliar telah diberikan kepada setiap pondok pesantren yang ada di KSB.

Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Jadikan hari santri ini sebagai wadah persatuan dalam memperkuat kesetiaan mengawal dan mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI. Empat pilar kebangsaan ini adalah fundamen dan kekuatan dalam bernegara.

Dari tanah pariri lema bariri, dari bumi gotong royong ini, dengan semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh kita tunjukkan kontribusi nyata demi NKRI harga mati, terangnya.

Hadir pada acara itu Kakanwil Kemenag Sumbawa Barat, Drs. Syarifuddin, M.M dalam sambutannya mengatakan bahwa hari santri wajib di rayakan oleh semua santri di Indoneaia bersama para kyai santri telah berjuang melawan penjajah demi negara Indonesia. Moment hari santi ini pun harus dijadikan untuk memperkuat sinergitas yang kuat, sinergi antara santri, orang tua dan pemerintah.

Ketua Tanfiziah Pengurus Wilayah NU NTB Drs. KH. Takiudin Mansyur, M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan santri sangat berkiprah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semangat santi dahulu pun harus tetap dipertahankan oleh santri masa kini dan masa mendatang. Ia juga berterimakash kepada Bupati yang telah mendukung penyelenggaraan hari santri nasional di NTB yang dipusatkan di KSB ini.

Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Anshor NTB, Zamroni Aziz, S.H., M.H dalam sambutannya mengatakan kegiatan hari santri ini dilaksanakan GP Anshor di seluruh kabupaten/kota.

Menurutnya, santri tidak bisa dipandang sebelah mata karena berperan besar dalam mempertahankan NKRI. Pada zaman perjuangan, melalui ponpes, para ulama dan santri mencetuskan resolusi jihat kaum santri melawan penjajah. Alhamdullah presiden pun memberikan penghargaan dan menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri nasional, ungkapnya.

Ketua Pengurus Cabang GP Anshor KSB, Karyadi, S.E dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan hari santri ini adalah pertama di NTB yang pertama kalinya juga dipusatkan di KSB. Ini menjadi kebanggaan bagi warga KSB.
Menurut Karyadi, hari santri bukan dimaknai kecil tapi ini hari besar dan bersejarah besar.

” Terimakasih atas dukungan Bupati sehingga acara ini terlaksana bahkan Bupati mendukung perayaan hari santri bukan hanya skala NTB tetapi juga menjadi tuan rumah perayaan skala nasional,” tutupnya. (bs. 04)

TINGGALKAN KOMENTAR