Bupati Terbitkan Perbup Tentang Pengendalian Grafikasi

Bupati Terbitkan Perbup Tentang Pengendalian Grafikasi

65
0
BAGIKAN

Taliwang–Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, menegaskan bahwa gratifikasi apapun bentuknya dan berapa pun jumlahnya tetap tidak diperbolehkan.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati saat membuka Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2017 tentang Pengendalian Gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Wakil Bupati menegaskan bahwa gratifikasi merupakan segala bentuk pemberian yang diterima oleh ASN.

Dia mengatakan bahwa adanya saling ketergantungan atau saling kebutuhan karena jabatan yang dimiliki. Gratifikasi juga terjadi karena rasa terimakasih atas jasa yang diberikan oleh ASN/Pegawai.

“Menurut KPK gratifikasi tidak boleh di atas 1 juta, tapi intinya tidak boleh menerima pemberian baik kurang terlebih lagi di atasnya dan apapun bentuknya. Meski dalam konsep islam pemberian dan menerima rasa belas kasih atau karena jasa itu halal. Namun dalam konsep bernegara maka haram apalagi lebih dari 1 juta nilainya,” terang Wakil Bupati.

“Dia juga mengatakan bahwa untuk menghindari gratifikasi, Wakil Bupati pun mengutip Al-Qur’an Surat Ibrahim Ayat 7: …Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih. Sebagai Aparatur sipil negara maka bersyukurlah dengan pekerjaan, jabatan dan penghasilan yang ada. Daerah kami punya jargon Ikhlas, Jujur dan Sunguh-sungguh dalam bekerja, kemudian sholat dzuhur dan ashar berjamaah di masjid yang menjadi bagian dari jam kerja sehingga ASN di KSB bisa menahan diri untuk tidak berbuat korupsi,” ungkapnya.

“Dalam kesempatan ini Inspektorat Kabupaten Sumbawa Barat, Ady Mauluddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mengetahui apa saja contoh gratifikasi. Apakah menerima imbalan rasa terimakasih termasuk gratifikasi atau tidak, tentu materi dari tim KPK memberikan pengetahuan kepada kita agar kita menghindari gratifikasi,” tutupnya. (bs/04)

 

TINGGALKAN KOMENTAR