Material Rumdis dan Puskesmas Sebotok Akan Diuji Lab

Material Rumdis dan Puskesmas Sebotok Akan Diuji Lab

45
0
BAGIKAN

Sumbawa Besar–TP4D Kabupaten Sumbawa yang melakukan monitoring dan evaluasi ke proyek pembangunan rumah dinas dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sebotok, di Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas, Rabu (02/11/2017), menghasilkan sejumlah hal penting untuk ditindaklanjuti pihak terkait dalam hal ini kontraktor pelaksana dan PPK proyek.

Diantaranya yakni kecocokan material yang digunakan untuk pembangunan proyek. Sehingga TP4D meminta agar material berupa batu gunung dan pasir diuji laboratorium. Karena diisukan bahwa batu yang digunakan adalah batu karang laut dan pasir yang digunakan adalah pasir laut.

Ketua TP4D Sumbawa, Erwin Indrapraja, SH., MH., mengatakan, hasil pengecekan di lokasi proyek diketahui progresnya sudah mencapai sekitar 75 persen secara visual.

Jika dilihat secara kasat mata ungkapnya, bahwa pembangunannya tidak menggunakan pasir laut dan berdasarkan penjelasan Kepala Desa setempat, pasirnya adalah pasir kebun yang berada di sekitar lokasi.

“Batu yang digunakan juga bukan batu karang, melainkan batu gunung, tapi untuk mengetahui kebenarannya perlu diuji laboratorium,” tandasnya.

Pentingnya uji laboratorium tersebut lanjutnya agar mengetahui kadar keasaman dan kadar ait di dalam material tersebut. Uji laboratorium ini juga untuk mengetahui bagaimana treatmen yang diterapkan pada campuran materialnya.

Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Zainal Arifin, M.Si menambahkan, bahwa secara kasat mata kekuatan bangunan dirasakan sudah cukup. Namun, uji laboratorium juga perlu dilakukan untuk kepastiannya.

Dia menambahkan bahwa pekerjaan mayornya juga sudah rampung dan menyisakan pekerjaan minor seperti pemasangan kusen pintu dan jendela. Dengan sisa waktu yang ada dipastikan akan dapat dirampungkan sesuai jadwal.

Terkait monitoring TP4D tersebut, PPK Rumdis dan Puskesmas Sebotok, Zulkarnain, mengatakan, bahwa pasir yang digunakan adalah pasir kebun dan segera diuji lab yang membutuhkan waktu seminggu untuk diketahui hasilnya.

Naen mengakui bahwa pembangunan Puskesmas Sebotok terjadi defiasi 10 sampai 15 persen. Dengan defiasi tersebut, pihaknya optimis dapat mengejarnya dengan cara kontraktor menambah pekerja. (bs/01)

TINGGALKAN KOMENTAR