Pengerjaan Dermaga Sebotok Kejar Target

Pengerjaan Dermaga Sebotok Kejar Target

70
0
BAGIKAN

Sumbawa Besar–Pengerjaan proyek dermaga Sebotok di Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, mengejar waktu berakhirnya kontrak kerja kontraktor pelaksana PT Kencana Raya Abadi Sentosa.

Proyek senilai Rp 8,7 miliar lebih tersebut mulai memperlihatkan progres. Diantaranya, pada Rabu (01/11/2017), yang memasang tiang pancang Dermaga. Pemasangan tiang pancang tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan NTB, Kepala Dinas Kabupaten Sumbawa dan TP4D.

Manager Operasional Proyek Dermaga Sebotok, Slamet Sugiharto, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melalukan kegiatan pemancangan awal dan akan dilanjutkan pembangunan kontruksi Dermaga.

Menurutnya bahwa sesuai kontrak pada 21 Agustus lalu pihaknya sudah mulai beraktifitas hanya saja proses pengadaan material yang membutuhkan waktu karena semua material didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. Pengangkutan material tersebut menggunakan sebuah kapal tongkang yang menganggkut hampir 100 persen material kebutuhan proyek, kecuali batu yang akan didatangkan dari Labuhan Badas.

Sugi mengaku bahwa kini kendala yang dihadapi hanya persoalan akses. Sebab ketika tim proyek mensurvey lokasi, air laut sedang pasang dan memungkinkan kapal tongkang untuk menyandar. Kondisi tersebut berbeda ketika tongkang tiba di lokasi.

“Ternyata air surut dan tidak memungkinkan bagi kapal tongkang untuk menepi. Kami putuskan untuk menggunakan akses dengan memberdayakan masyarakat setempat. Memberdayakan masyarakat bukan tanpa dibayar, kami membayar jasa mereka,” sebutnya.

Terkait pemasangan tiang pancang, kontraktor akan memasang sebanyak 72 tiang dengan estimasi selama 12 hari atau 6 tiang per hari. Pengerjaan item yang satu ini menggunakan tenaga ahli yang sudah berpengalaman di beberapa lokasi di Indonesia.

Menurut Sugih sapaannya, bahwas item pekerjaan terberat di dalam proyek ini hanya pemasangan tiang pancang dan pembuatan beton.

Dia mengakui bahwa selama proses tersebut tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun tenggat waktu yang terbilang mepet yang akan menjadi persoalan tersendiri termasuk kendala lain nantinya.

“Kami sudah melakukan upaya antisipasi termausk mengantisipasi persoalan cuaca. Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait cuaca dan jadwal pasang surut air laut,” ujarnya.

Sugih menegaskan bahwa pembangunan Dermaga Sebotok akan diselesaikan sesuai dengan kontrak kerja yang akan berakhir sebelum 31 Desember 2017 tanpa mengabaikan spefisikasi yang ditentukan di dalam kontrak.

Ketua TP4D Sumbawa, Erwin Indrapraja, SH., MH., mengutarakan bahwa hasil pengamatan pihaknya di lokasi menghasilkan sejumlah catatan. Antara lain agar pembangunannya tepat waktu dan tepat kualitas.

“TP4D akan terus melakukan monitoring dan evaluasi dan akan meminta laporan progres dari PPK,” tandas Erwin.

Dia menambahkan bahwa dari segi persiapan material proyek sejauh ini material dan pembangunannya sudah baik. Sehingga diperkirakan pengerjaannya tidak akan terlalu lama. (bs/01)

TINGGALKAN KOMENTAR