Orang Gila di KSB Akan Dapat Perhatian Pemerintah

Orang Gila di KSB Akan Dapat Perhatian Pemerintah

70
0
BAGIKAN
ilustrasi-orang-gila

Taliwang–Bagi masyarakat di Sumbawa Barat yang memiliki anggota keluarga atau kerabat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa alias gila, dalam waktu dekat akan mendapat bantuan dari pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus melakukan upaya maksimal untuk memenuhi sarana dan prasarana pendukung penanganan pasien ganguan kejiwaan (orang gila) yang ada di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk menunjang itu semua ada di persiapkan tenaga medis, obat-obatan, maupun lokasi rehabilitasi yang nantinya digunakan sebagai tempat untuk menampung orang gila.

Ditemui di ruang kerjanya belum lama ini, Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) M. Yusfi Halid, mengatakan bahwa dalam tahun 2017 ini pihaknya mencatat ada sekitar 260 orang gila yang berhasil diidentifikasi yang berada di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Dari jumlah kasus tersebut, saat ini diklaim semuanya sudah ditangani serta dilakukan rehabilitasi supaya kejiawaan orang-orang gila ini bisa kembali normal. Apalagi masalah orang gila ini akan mendapatkan penilaian khusus dari pemerintah pusat (Pempus) kepada para kepala daerah, apakah masalah orang gila ini sudah ditangani dengan baik atau tidak oleh daerah.

“Semua sudah kita siapkan langkah-langkah strategis dalam menyikapi masalah orang gila ini, bahkan sampai sarana yang dibutuhkan juga sudah kita siapkan,” terangnya.

Dia juga menuturkan bahwa penanganan di tingkat daerah merupakan langkah awal yang dilakukan. Sehingga dirasa pemenuhan sarana yang lebih baik dan pelatihan tenaga medis yang mumpuni merupakan salah satu cara untuk menangani para pasien jiwa.

Pihaknya juga sudah menyediakan masing-masing Puskesmas nantinya akan ada lima perawat dan dokter dengan keahlian dan pelatihan khusus yang akan menangani para pasien gangguan kejiwaan dimaksud.

Penanganan masalah ini juga akan dilakukan secara bertahap dan continue sehingga apabila tidak bisa ditangani ditingkat kabupaten, maka pihaknya akan merujuk para pasien jiwa ini ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Mataram.

“Kita sudah menyiapkan tenaga medis di masing-masing Puskesmas untuk menangani pasien ganguan jiwa ini. Selain itu, kita juga akan libatkan RSJ apabila ada dari pasien yang sudah tidak mampu lagi di tangani dan mengangu masyarakat,” ungkapnya.

Ia memapaparkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan orang-orang ini mengalami sakit jiwa. Faktor keturunan merupakan faktor yang harus diwaspadai, karena sangat besar kemungkinan dia akan terkena, ada salah satu keluarga yang mengalaminya akan berimbas kepada keluarga yang lain. Selain itu, faktor lingkungan dan faktor beban fikiran juga bisa menjadi penyebab orang bisa sakit jiwa.

Khusus untuk faktor beban fikiran, rata-rata bisa terjadi karena kondisinya tidak diterima oleh keluarganya dan lingkungan sekitar. Sehingga dia merasa frustasi dengan kondisi tersebut, akhirnya fikirannya kacau dan tidak bisa dikontrol.

“Sebenarnya faktor pemicu gangguan jiwa ini sangat bervariasi. Apabila ada indikasi ke arah gangguan jiwa, maka harus segera diambil sikap sebelum parah,” tukasnya.

Dia juga berharap kepada warga masyarakat, apabila para pasien jiwa ini kembali ke masyarakat untuk bisa diterima dengan baik dan tidak dikucilkan dan apabila menemukan orang ganguan jiwa bisa melapokan ke petugas puskesmas terdekat. (bs/04)

 

TINGGALKAN KOMENTAR