Peluang dan Tantangan Politik Paket Perempuan, Ini Analisis Mi6

Peluang dan Tantangan Politik Paket Perempuan, Ini Analisis Mi6

119
0
BAGIKAN
Ilustrasi.

Mataram–Mi6 menilai paket paslon perempuan-perempuan perlu diatensi dan diapresiasi karena akan menjadi daya tarik yang kuat dalam konstestasi Pilkada ini.

Jika benar Demokrat dan PDIP berkoalisi, kemungkinan besar Sitti Rohmi akan berpasangan dengan Putu Selly Andayani dari PDIP (paket SS). Jika terjadi akan makin mendinamisasi konstelasi politik dengan adanya poros politik yang baru ini.

Kenapa paket perempuan-perempuan menarik? Pertama, jika hal tersebut terjadi, maka itu pertama dalam sejarah Pilkada NT akan ada paket Perempuan.

“Di sinilah nilai estetika politiknya ada duo perempuan yang bertarung dan diberi kepercayaan untuk berlaga dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang dimiliki,” ujar direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH., Sembari menambahkan ekspektasi publik makin kuat dengan paket ini mengingat keduanya memiliki kapasitas dan kredibilitas yang tanpa cela.

Bambang Mei Finarwanto (Didu)

Kedua, bahwa koalisi PDIP dan Demokrat mencerminkan aliansi Nasionalis dan Religius yang bisa menyatukan semua entitas yang ada di NTB.

“ini koalisi yang ramping dan simple yang memudahkan pergerakan di basis-basis konstituen,” ujarnya.

Apalagi dalam Pilkada 2013, Demokrat dan PDIP sudah pernah berkoalisi ketika memenangkan paket Bajang-Amin.

“Jadi sudah punya pengalaman dan tahu karakter masing-masing loyalis vottersnya dan konsentrasi pemilihnya,” tambahnya.

Daya tarik lain paket SS ini sambungnya, dari sisi moral tidak memiliki cacat hukum dan memiliki track record yang baik.

“Mereka adalah Srikandi-Srikandi yang akan menjadi the rising star dalam Pilkada ini asal diberi kepercayaan dan mandat oleh partainya,” imbuh Didu.

Sementara tantangan politik paket perempuan ini pasti ada denganmendelegitimasi peran kaum perempuan dengan berbagai taktik.

“Jika hal tersebut terjadi, tidak perlu terprovokasi. Cukup dilawan dengan kerja nyata di basis, biar konstituen yang menilai sendiri,” jelas Didu.

Meskipun secara elektabilitas paket SS belum teruji, tapi menurut Direktur Mi6 dengan sisa waktu 7 bulan pasti akan ada peningkatan popular vote ataupun elektabilitas dengan kerja- kerja politik yang rapi dan terukur.

“Yang penting jumlah pemilih perempuan lebih besar dari pemilih laki-laki,” kata Didu lagi.

“Paket SS ini diprediksi akan mudah menarik simpati pemilih karena kekuatan marwah masing masing figur ini. Sitti Rohmi akan diperjuangkan secara maksimal oleh TGB, NW dan Demokrat. TGB dan NW harus bisa memastikan bahwa tongkat estafet kepemimpinannya harus jatuh kepada orang yang bisa melanjutkan kesinambungan program pembangunan yang belum sempat dituntaskan di eranya,” sambungnya .

Selanjutnya Didu menambahkan Hj Putu Selly Andayani akan dibackup penuh oleh PDIP dan loyalisnya karena dianggap kader perempuan PDIP yang memiliki kemampuan dan skill yang dalam memimpin.

Lebih jauh dikatakannya, Putu Selly terbukti saat menjadi penjabat Walikota Mataram tahun 2015 silam. Dia melakukan serangkaian terobosan dan kebijakan birokrasi di Pemkot Mataram tanpa menimbulkan gejolak politik yang berarti,sepertimenaikkan uang TAPD pegawai tanpa harus mengotak atik komposisi jabatan pegawai.

“Etos kerja birokrasi di Mataram menjadi terpacu dengan gaya kepemimpinan Putu Selly saat itu,” tandas Didu.

Dia menegaskan bahwa bagaimana kelak paket SS ini meraih simpati dan suara pemilih tentu harus dibarengi dengan taktik dan strategi yag jitu, dan cerdik melihat setiap celah dan peluang politik yang ada. (bs/01)

TINGGALKAN KOMENTAR