Pawai Budaya Festival Taliwang Wadah Pertahankan Kearifan Lokal

Pawai Budaya Festival Taliwang Wadah Pertahankan Kearifan Lokal

37
0
BAGIKAN

Taliwang–Wakil Gubernur NTB, H.M Amin saat menghadiri Pawai Budaya festival Taliwang pada Kamis (09/11/2017) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harla) ke-14 Kabupaten Sumbawa Barat memuji langkah pemerintah setempat yang telah berupaya keras dalam mengembangkan aksesibilitas, atraksi dan amenities produk wisata di daerah.

Apalagi dalam pelaksanaan festival itu mengusung kearifan lokal yang selaras dengan pengembangan sektor wisata NTB saat ini.

“Keberagaman warna kearifan lokal ini harus tetap dijaga dan dipertahankan. Karena ini penting dengan mengangkat kearifan lokal industri pariwisata di NTB semakin bangkit dan tumbuh sehingga saat ini mencapai angka 21,49 persen,” ungkapnya.

Kata Wagub, niilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi daya tarik yang kuat atas hadirnya wisatawan baik luar dan dalam negeri di samping relevan bagi kehidupan masyarakat secara sosiologis.

Menurutnya agar lebih mengakar dan lebih kuat lagi, perlu adanya instrumen yang jelas sehingga kearifan lokal di suatu wilayah dapat senantiasa terjaga di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai tergerus pengaruh luar yang tidak sejalan.

“Selain memiliki daya tarik wisata, kearifan lokal juga bisa didorong untuk menghasilkan produk yang memilik daya dan nilai jual serta menambah pendapatan asli daerah. Melalui kearifan lokal kita juga dapat mengembangkan atau bahkan menciptakan potensi pariwisata baru di daerah,” ucapnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni menjaga kawasan atau lingkungannya dengan tetap menghormati nilai-nilai adat istiadat, yang akan menghasilkan sebuah potensi baru di bidang pengembangan ekowisata.

Kearifan lokal dari segi budaya juga merupakan potensi besar bagi pengembangan pariwisata, karena karakter budaya itu sendiri bersumber dari kearifan lokal.

Nilai kearifan lokal yang telah menjadi warisan bagi masyarakat dan daerah berupa peninggalan-peninggalan yang memiliki nilai sejarah tinggi dan monumental dapat diangkat sebagai tempat memperingati kebudayaan agar tidak terlupakan.

Selain itu juga sebagai tempat warisan sejarah sekaligus memiliki daya tarik pariwisata yang kuat. Pengembangan pariwisata dengan mengangkat nilai kearifan lokal sebagai ikon tidak selamanya memerlukan biaya tinggi, pengembangannya bisa dilakukan pada desa wisata.

“Apabila selama ini kita berpikir memerlukan fasilitas dan sarana dengan standar moderen, tentunya pengembangan wisata akan lama kita dapatkan, menempatkan kearifan lokal potensi kekuatan besar,”tutupnya. (bs/04)

 

TINGGALKAN KOMENTAR