Internet Sebagai Media Edukasi dan Bisnis di Era Generasi Milenial

Internet Sebagai Media Edukasi dan Bisnis di Era Generasi Milenial

133
0
BAGIKAN

Taliwang–Untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia dan sebagai ajang perkenalan dunia internet ke tengah masyarakat menjadi tanggung jawab Pemerintah secara keseluruhan.

Kementerian komunikasi dan informasi telah mendata sebanyak 143.260 juta jiwa pengunanan internet atau sebanyak 54,68 % dari jumlah penduduk Indonesia dengan rincian 11 juta orang per tahun pengguna internet.

Melihat situasi tersebut, anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat, H.Muhammad Syafruddin,ST.MM menggandeng Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dalam menggelar Seminar merajut Nusantara dengan tema pemanfaatan Internet sebagai Media edukasi dan bisnis di era milenial dalam rangka sosialisasi redesain USO (Universal Service Obligation).

Seminar ini dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama yang diikuti ratusan peserta di Hotel Grand Royal Taliwang, Sabtu (26/05/2018).       Anggota Komisi I DPR RI–Muhammad Syafruddin, memaparkan, bahwa USO merupakan bentuk kewajiban Pemerintah untuk memberikan layanan-layanan telekomunikasi dan informasi kepada Publik.

“Kemenkominfo terus redesain USO agar akses teknologi informasi bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Rudi Mbojo sapaan akrab Poilitisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini di depan para peserta seminar.

Salah satu wujud redesain USO terangnya, adalah pembangunan akses komunikasi di daerah–daerah perbatasan. Dalam membangun akses komunikasi diperbatasan tersebut pemerintah pusat turut bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan operator seluler.

Konsep ISO kata Rudi, muncul sebagai jawaban untuk mengupayakan pemerataan jaringan teknologi informasi dan komunikasi di tanah air.

“Teknologi informasi dan komunikasi berperan sangat penting di era globalisasi dan demokrasi, karena internet saat ini sangat penting sebagai media edukasi dan bisnis di era generasi milenial,” ujarnya.

Bang Rudi juga menambahkan salah satu gaya hidup yang menonjol di kalangan generasi milenial adalah pola konsumsi internet yang semakin banyak di kalangan generasi muda.

“Konsumsi Internet mereka jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok penduduk yang usianya lebih tua. Ini menunjukkan ketergantungan mereka terhadap koneksi internet sangat tinggi,” ucapnya.

Dalam analisa Rudi Mbojo, anak-anak muda Indonesia terbukti memakai smartphone seharian, dan 84 % dari mereka mengaku tidak bisa keluar rumah tanpa smartphone.

Rata-rata mereka menggunakan minimal sesering mungkin mengunakan gadget sehari-hari, termasuk smartphone, tablet, laptop, game console dan TV.

“Anak-anak muda Indonesia juga lebih suka nongkrong di dunia maya, 55 % dari pada di mall 47 % atau kafe 42 %, mereka juga takut tidak update atau ketinggalan informasi saat tidak terhubung dengan dunia internet,” imbuhnya.

Dia menyampaikan terkait Internet sebagai media edukasi dan bisnis. Internet dapat dimanfaatkan dalam segala bidang, baik pendidikan, pemerintah, perbankan, penyuluhan kepada masyarakat, kesehatan.

Seminar  juga diikuti materi lainnya yakni, sejumlah praktisi diantaranya, Anggota KPI–Najamuddin Amy, Pakar/Pengamat– Firmansyah dan Latifah Hanum mewakili Bakti.

Ketiga pemateri ini secara umum menjelaskan penerapan internet dalam dunia kerja serta memaksimalkan fungsinya dan bagaimana menghindari penyalahgunaan internet termasuk maraknya informasi yang bersifat hoax serta penipuan dan kejahatan lain di dunia maya.

Saat 2007 pengguna internet sebanyak 20 juta orang sampai pertengahan 2018 ini mengalami kenaikan sebanyak 143.000.000 juta pengguna. Didominasi oleh pengguna laki-laki sebanyak 51 % sedangkan perempuan sebanyak 48 %. (bs/04)

TINGGALKAN KOMENTAR