Tingkatkan Pembangunan Perikanan Berkelanjutan, UNSA Gaet LSO

Tingkatkan Pembangunan Perikanan Berkelanjutan, UNSA Gaet LSO

117
0
BAGIKAN
Penandatanganan MoU antara UNSA dengan LSO.

Sumbawa Besar–Universitas Samawa (UNSA) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Lim Shrimp Organization (LSO) Indonesia. Kerjasama ini sifatnya jangka panjang. Perjanjian kerjasama ditandatangani di Kampus UNSA, Rabu (11/07/2018).

Rektor UNSA, Prof. Syaifuddin Iskandar, menyampaikan apresiasi kepada LSO yang memberikan kepercayaan kepada UNSA untuk bekerjasama dalam bentuk proposal kajian.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Pemda Sumbawa, dalam hal ini Asisten II Setda Sumbawa, Didi Darsani, yang menurut Rektor UNSA bahwa kehadiran Pemda Sumbawa sebagai bentuk legitimasi kerjasama yang saling menguntungkan tersebut.

Prof. Syaifuddin Iskandar memaparkan bahwa MoU yang dibangun ini terdiri dari berbagai bidang. Antara lain, mahasiswa perikanan akan dilatih atau magang di LSO. Jika mau bekerja di LSO akan direkrut sesuai kriteria perusahaan. Dalam rangka peningkatan SDM ke depan bisa saja mahasiswa mengikuti diklat usaha tambak udang yang digarap LSO. Bahkan bisa jadi juga akan dikirim ke luar negeri.

“Ada juga bidang kajian dan riset maupun pengabdian masyarakat. Maupun kegiatan lain yang sudah tertuang di dalam MoU. UNSA berkeinginan MoU ini tidak terbatas pada bidang teknis saja tapi juga dapat melibatkan Fakultas lain misalnya ekonomi dan Fakultas Teknik. Ada juga fasilitas Hukum untuk mengantisipasi adanya persoalan ke depan karena UNSA juga sudah punya Lembaga Bantuan Hukum. Ada juga Fakultas Fisipol, FKIP, Pertanian dan Agribisnis yang mampu mengkaji sistem pemasaran dan produksi LSO,” papar Rektor UNSA.

Mahfud, SH, selaku Legal LSO Untuk Indonesia, menyampaikan bahwa LSO  merupakan perusahaan yang bergerak di budidaya udang pernah menjadi eksportir terbesar di dunia.

Indonesia menurutnya, memiliki garis pantai terbesar kedua dunia dan menempati ekspor udang keempat besar di dunia. LSO sudah bekerjasama dengan PT di Indonesia tapi juga yang ada di Singapore. Semua Universitas yang konsen mengembangkan budidaya udang.

“Sekarang kami kembangkan di Indonesia khususnya Sumbawa dan sudah membuka luasan 10 hektar dan ke depan akan membuka lagi di Labuhan Mapin, Alas Barat,” jelasnya.

Dalam hal MoU tersebut, Mahfud, mengatakan bahwa LSO tidak main-main dan berharap sinergi dalma jangka panjang. Apalagi Sumbawa mempunyai SDA yang kaya maka UNSA harus menciptakan SDM yang handal.

Asisten II Setda Sumbawa, Didi Darsani, menilai bahwa kehadiran LSO di Sumbawa mampu menjembatani kebutuhan anak negeri khususnya dalam hal produk perikanan.

“Kerjasama dengan UNSA ini hendaknya mampu memangkas masalah melalui riset dan pengembangan. Harus dibangun pemahaman bahwa riset ini sangat penting. Melalui peran tersebut, Pemda berharap agar kajian tersebut mampu diimplementasikan.

Bisa saja UNSA akan menjadi yang terdepan dalam hal pengembangan teknologi perikanan,” ungkap Asisten II. (bs/01)

TINGGALKAN KOMENTAR