Karena Hal Ini Ma’ruf Husain Didepak Dari PBB

Karena Hal Ini Ma’ruf Husain Didepak Dari PBB

69
0
BAGIKAN

Taliwang–Proses pendaftaran calon legisltif di KPU Sumbawa Barat, berjalan penuh dinamika. Seorang politikus Partai Bulan Bintang–Amir Ma’ruf Husain, tidak didaftarkan partainya.

Persoalan ini pun menjadi gejolak tersendiri di internal PBB Sumbawa Barat. Sebab, Amir Ma’ruf tidak mengetahui bahwa berkas pencalegan dirinya tidak dimasukan ke dalam silon oleh pengurus DPC PBB Sumbawa Barat.

Kepada wartawan, politisi senior ini memaparkan bahwa awal kejadiannya dia menyuruh ajudannya mengantarkan berkasnya dan membantu komunikasi ke Sekretaris DPC PBB Sumbawa Barat, Syamsuddin Raka.

Saat komunikasi tetap berjalan dengan Sekretaris Partai Bulan Bintang ternyata Raka tidak memasukan berkas Ma’ruf ke dalam silon.

“Keterangan dari Raka kenapa nama ustadz Ma’ruf yang incumbent dihapus, karena tidak datang menandatangani berkas,” terang Ustadz Ma’ruf meniru Sekjen DPC PBB Sumbawa Barat.

Mengetahui namanya tidak dimasukkan, Ma’ruf sempat meminta arahan mantan Bupati setempat KH.Zulkifli Muhadli. Oleh KH Zul, dia diminta agar memastikan namanya sambil tetap komunikasi dengan DPW PBB NTB.

Ternyata informasi mengenai kejadian tersebut sampai ke telinga konstituen Ma’ruf. Para konstituen marah mendengar kabar bahwa Ma’ruf diperlakukan seperti itu oleh pengurus partainya.

“Konstituen saya marah dan akan berbuat anarkis, namun banyak teman dari partai lain mengarahkan ke Gerindra sehingga dengan niat bismillah saya bergabung dengan partai Gerindra,” tuturnya.

Sekjen DPC PBB Sumbawa Barat, Syamsuddin Raka, mengonfirmasi bahwa alasan pencabutan nama wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat tersebut karena lama menunggu penandatanganan berkas oleh yang bersangkutan namun dia tidak hadir.

“Ustadz Ma’ruf juga tidak berkontribusi kepada partai selama ini,” tegasnya.

Raka menambahkan, dalam pencalegan tersebut, hanya satu nama caleg yang dihapus. Rencananya, DPC PBB Sumbawa Barat akan melakukan pergantian antar waktu (PAW).

TINGGALKAN KOMENTAR