Home Sosial Budaya Dikecam Netizen, Ini Jawaban Penanggung Jawab Istana Dalam Loka

Dikecam Netizen, Ini Jawaban Penanggung Jawab Istana Dalam Loka

1598
0

Sumbawa Besar–Video latihan modeling di Istana Dalam Loka, pada Senin (10/09/2018) sekitar pukul 19.00 WITA hingga selesai, mendapat tanggapan keras dari warga net yang menilai bahwa penggunaan Dalam Loka yang merupakan Istana Kesultanan Sumbawa bukanlah pada tempatnya.

Berbagai kecaman dan perasaan kesal dan sesal juga dilontarkan di sejumlah media sosial baik facebook maupun WA grup.

Sadar dengan situasi tersebut, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin (Haji Ace) pun memberikan klarifikasi ke publik pada Jum’at (14/09/2018)

Menurutnya, terkait pemakaian Istana Dalam Loka yang digunakan untuk latihan pemantapan terakhir Fashion Street Festival Sail Indonesia Moyo Tambora 2018, dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai panitia seksi pergelaran dan acara Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 menyampaikan pernyataan bersalah.

Pasalnya, dirinya secara pribadi maupun dalam tugasnya selaku Kepala Bidang Kebudayaan yang mengurus dan bertanggung jawab secara teknis pemeliharaan Istana Dalam Loka sebagai cagar budaya warisan Kesultanan Sumbawa tersebut.

“Atas izin yang sudah saya berikan kepada para designer maupun model yang tergabung dalam Sumbawa Fashion Community dan Manjakani Managemen untuk mengadakan latihan pemantapan terakhir kegiatan Tenun dan Fashion Street  Festival sebagi rangkaian Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 di Istana Dalam Loka,” sebutnya.

Melalui tayangan video yang berdurasi 36 detik yang diunggah pertama kali oleh salah seorang model pria dari Manjakani Managemen pada malam tanggal 10 September 2018 tersebut menjadi viral di media social sejak tanggal 13 September 2018 sehari sesudah pelaksanaan kegiatan Tenun dan Fashion Street Festival di jembatan SAMOTA Sumbawa Besar.

Haji Ace menegaskan pula bahwa

Panitia Sail Indonesia Moyo Tambora tidak bersalah.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa tidak bersalah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak bersalah. Lembaga Adat Tana Samawa juga tidak bersalah.

“Tindakan ini murni kesalahan saya pribadi dalam tugas saya selaku Kepala Bidang Kebudayaan yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan Istana Dalam Loka,” tegasnya.

Menurutnya, sehubungan hal tersebut diatas, unggahan video yang telah mencubit

semangat cinta budaya, semangat panatisme budaya, semangat kebanggaan budaya

Tau Tana Samawa.

Dirinya pun menyampaikan permohonan maaf yang tiada terhingga kepada

Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa. YM. Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV Sultan Sumbawa.

Lembaga Adat Tana Samawa ( LATS ). Tau Tana Samawa dari Tarano hingga Sekongkang serta di manapun berada

Semoga tindakan ini menjadi pelajaran bagi dirinya pibadi hari ini maupun kedepannya.

Dia memaparkan bahwa

Sejak Kamis, 9 Agustus 2018 hingga 8 September 2018 Manjakani Managemen dan Sumbawa Fashion Commmunity Mengadakan Persiapan dan latihan setelah menerima mandat dari Event Organizer  (EO) guna menjadi pengisi acara Fashion Street Festival.

Latihan difasilitasi oleh Iwan Rantag  di Sasana Tambora Fitnes Centre, fasilitasi termasuk pemakaian sound dan lighting serta konsumsi latihan.

Senin, tanggal 10 September 2018 Sasana Tambora Fitnes Centre digunakan untuk latihan Boxer persiapan Pekan Olahraga Provinsi NTB 2018 sehingga Manjakani Managemen meminjam halaman depan Istana Dalam Loka, selain Catwalk Runawaynya cukup panjang juga untuk menguji mental para model tampil didepan umum.

Menjelang magrib latihan terakhir yang sedianya akan berlangsung hingga malam tidak dapat berlangsung karena hujan meski tidak terlampau besar.

*Atas dasar pemikiran, bahwa latihan persiapan tersebut untuk sebuah hajatan besar Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 maka kemudian saya berkesimpulan menaikkan para model yang berjumlah 75 orang tersebut ke ruang Lunyuk Agung Istana Dalam Loka guna melanjutkan latihan,” sebutnya

Ditambahkannya, karena latihan para model memang tidak dapat dipisahkan dengan alas kaki/sepatu yang akan yang digunakan oleh para model bukanlah alas kaki harian tetapi sepatu khusus yang dibawa dalam kemasan.

Pukul 23.00 WITA latihan berakhir, ruangan Lunyuk Agung kembali dibersihkan oleh para model sebagimana ketika mereka pertama kali naik untuk latihan. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here