Home Pendidikan DRD Gelar Kongres Iptek Daerah Pertama dan Terbesar di NTB

DRD Gelar Kongres Iptek Daerah Pertama dan Terbesar di NTB

58
0

Sumbawa Besar–Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan seluruh Perguruan Tinggi di Kabupaten Sumbawa menggelar Kongres Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (Congress on Science and Technology for Regional Development) 2018, di Auditorium Sri Bonyo, UNSA, Senin (24/09/2018.

Mengangkat tema “Pengembangan Daerah melalui Inovasi dan Implementasi Kebijakan Berbasis Riset”.

Kongres IPTEK Daerah pertama dan terbesar di Nusa Tenggara Barat tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Sumbawa, Pimpinan DPRD Kab. Sumbawa, Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) beserta anggota DRD, Rektor UNSA beserta civitas Akademika UNSA, Rektor UTS, Rektor Hamzanwadi, dan para Narasumber.

Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kab. Sumbawa Dr.  Muhammad Ikhsan, menyatakan bahwa  kongres IPTEK daerah merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Dewan Riset Daerah.

Dalam kurun waktu hampir satu tahun sejak dilantik 30 Oktober tahun 2017, Dewan Riset Daerah (DRD) telah menunjukkan kiprahnya yang signifikan dalam mendorong pengembangan IPTEK di daerah. “Dalam konteks pembangunan daerah kita, keberadaan Dewan Riset Daerah telah memberikan arti yang sangat penting dalam mengakselerasi pengembangan dan penerapan IPTEK,” sebutnya.

Dipaparkannya bahwa langkah strategis dalam membangun daya saing adalah melalui pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Iksan menambahkan, membangun daya saing akan efektif bila pengorganisasi kegiatan riset dilakukan secara terarah dan terpadu sehingga menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya guna dan berhasil guna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disampaikan pula bahwa Pemerintah Daerah sangat mendukung gagasan yang disampaikan Gubernur NTB–DR. Zulkieflimansyah kepada Presiden untuk penegerian UTS, UNSA, IISBUD, karena hadirnya sebuah PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Pulau Sumbawa khususnya di Kabupaten Sumbawa adalah sebuah keniscayaan, adalah sebuah kebutuhan untuk kemajuan peradaban IPTEK di daerah. Upaya untuk mewujudkan sebuah PTN merupakan salah satu agenda kerja Husni-Mo.

Terkait Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah terdampak bencana bumi, dan terkait data kerusakan akibat bencana alam gempa bumi yang memberikan gambaran betapa pentingnya mitigasi kebencanaan antara lain melalui kerekayasaan tahan gempa untuk rumah, sarana-prasarana dan infrastruktur, maka masyarakat perlu diberikan pemahaman yang memadai mengenai konstruksi tahan gempa, demikian pula para tukang-tukang bangunan yang membangun rumah, perlu diberikan pemahaman dan keterampilan mengenai konstruksi tahan gempa.

“Di sinilah peran penting masyarakat kampus, agar ikut serta membangun kesadaran masyarakat mengenai cara-cara beradaptasi dengan lingkungan dimana kebencanaan telah menjadi bagian kehidupan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Samawa Dr. Syafruddin, SE.,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kongres yang diinisiasi oleh DRD Kabupaten Sumbawa kerjasama dengan seluruh Perguruan Tinggi tersebut sangat penting bagi generasi muda khusunya akademisi yang selalu butuh sikap dinamis dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, untuk dapat menimba dan mencoba menggali ilmu dan strategi-strategi untuk menjadi orang sukses.

Ditegaskan bahwa UNSA ingin diikut sertakan dalam program pemerintah yaitu penegerian, karena sejak Tahun 2013 UNSA sudah mengajukan penegerian, namun karena terkendala masalah moratorium, maka hal tersebut belum dapat terwujud. Terkait hal tersebut UNSA siap merger dengan UTS, dan alternative lain yang akan ditempuh adalah merger regrouping (penggabungan) dengan Perguruan Tinggi Swasta lainnya dengan upaya revitalisasi program studi agar terjadi efisiensi.

Ketua DRD  Sumbawa DR Arief Budi Witarto selaku ketua penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya melalui media sosial untuk sama sama berbagi tentangminat.

Kongres diikuti sebanyak 120 orang peserta, dengan  menghadirkan 5 orang narasumber yaitu Prof. Ir. Dahlan yang merupakan Dosen Universitas Mataram, Dr. Erwin Fahmi, Kombers Pol. Zulkarmaen Yusuf, Dr. drg. Eka Erwansyah, M.Kes, dan Boris Syaifullah.(bs/hms)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here