Home Hukum & Kriminal Kajari Sumbawa Ancam Pidanakan Pengusaha Bangunan dan Kayu

Kajari Sumbawa Ancam Pidanakan Pengusaha Bangunan dan Kayu

78
0

Taliwang–Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Paryono, di hadapan para pengusaha bangunan dan kayu di KSB belum lama ini mengancam akan menindaktegas pengusaha nakal.

Hal tersebut dia kemukakan dalam forum pertemuan para pengusaha toko bangunan dan kayu se Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang diinsiasi Pemda setempat.

“Jangan sampai ada yang melakukan penimbunan. Sebab bahan bangunan merupakan kebutuhan penting yang di atur dalam UU tentang Perdagangan. Jika melakukan maka ancaman hukumannya adalah pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp. 50 milyar,” ancamnya.

Dia menegaskan, jika ada kedapatan yang menimbun barang pada saat seperti ini akan dibawa ke meja hijau. Penyelidikan dan penyidik akan dilakukan oleh Kapolres dan jajarannya.

“Tapi karena bapak ibu sudah hadir di rapat ini Insya allah tidak ada toko bangunan dan kayu di KSB yang seperti itu. KSB menjadi Kabupaten paling cepat melakukan penanganan pasca gempa bumi bukan saja diakui di NTB tapi juga diakui Pemerintah Pusat. Karenanya, prestasi itu jangan dinodai dengan kegiatan mengambil untung yang berlebihan oleh pengusaha, ” imbuh Kajari.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa, S.IK mengatakan, acara ini sangat mulia, yakni bagaimana pengusaha material bangunan berperan untuk percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di KSB.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP. Mustofa.

Pembangunan di KSB sedang berjalan dan menjadi contoh untuk daerah lain. Bahkan Menteri PU datang khusus ke KSB melihat kecepatan dan keterpaduan semua pihak dalam menangani bencana.

“Diharapkan harga bahan bangunan dijual dengan harga yang tidak terlampau tinggi. Kami siap mensuport proses lancarnya distribusi di penyeberangan dari Kayangan ke Tano atau dari luar KSB agar cepat dan lancar barangnya sampai di KSB, sehingga ketersedian bahan bangunan aman di KSB.

Jangan sampai warga membeli barang ke Alas. Atau Bupati mendatangkan distributor bahan bangunan dari Pulau Lombok. Hal itu harus dihindari untuk menjaga ketertiban masyarakat dan agar dana stimulan bisa berputar di KSB,” katanya. (bs/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here