Home Pendidikan Disos KSB Kirim Anak Nakal dan Kurang Mampu Ikuti Pesantren Kilat

Disos KSB Kirim Anak Nakal dan Kurang Mampu Ikuti Pesantren Kilat

97
0

Taliwang–Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat pada tanggal 3 Oktober 2018 akan mengirim anak sekolah dasar yang ada di sekolah SDN 13 dan SDN 02 Taliwang sebanyak 45 orang.

Pengiriman tersebut merupakan bentuk kegiatan Petirahan atas bekerja sama Dinas Sosial dengan Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat dan Dinas Sosial Provinsi NTB.

Pengiriman anak ini berfungsi untuk pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak. Kegiatan ini juga sebagai informasi kesejahteraan sosial dan tempat konsultasi orang tua atau keluarga.

Kegiatan ini untuk mendorong peran serta keluarga dan masyarakat dalam usaha kesejahteran sosial anak, mencegah kelainan perilaku, kesulitan belajar dan mencegah anak putus sekolah serta mendukung program wajib belajar.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Petirahan sosial anak ini untuk memantapkan, meningkatkan fungsi dan peranan sosial anak agar tumbuh kembang secara wajar dan meningkatkan prestasi belajarnya.

Kegiatan ini sebagai implementasi fungsi pelayanan Dinas Sosial yang tertuang dalam perda nomor 7 Tahun 2008 dan Pergub Nomor 23 Tahun 2008 yaitu memberikan pelayanan petirahan Sosial Anak atau pemondokan 1 Bulan, kegiatan ini sebagai pelayanan perlindungan khusus, dan ini sebagai  penyuluhan sosial kepada anak.

“Kegiatan petirahan sosial anak di Kabupaten Sumbawa Barat telah dilaksanakan mulai Tahun 2014, 2015, 2016 dan Tahun 2017,” terang kepala Dinas Sosial dr. Syaifuddin, pada Rabu, (26/09/2018).

Dia juga mengatakan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab keluarga dan masyarakat dalam pembinaan  kesejahteraan sosial  anak.

Sasaran kegiatan Petirahan ini adalah anak tingkat Sekolah Dasar, MI dari kelas IV, V dan VI dari usia 10-15 tahun, dengan kriteria anak yang siap mengikuti petirahan atau pemondokan di dukung penuh oleh orang tua dan Guru Sekolah, agar anak ini siap mengikuti bimbingan psikologi mental dan fisik.

Di sana kata Kadisos, anak akan siap mengikuti bimbingan kerohanian dan apritual keagamaan, anak juga akan mengikuti pendidikan karakter melalui pemondokan atau pesantren Kilat. anak ini akan menjadi calon siswa yang unggul pada minat dan bakatnya.

“Anak-anak di sana akan mengikuti kegiatan bermain sambil belajar melalui Outbond, Study Tour, rekreasi, relaksasi dan lain-lainnya. Dan kriteria anak yang dikirim dari keluarga kurang mampu dan anak yang nakal,” terangnya.

Dia berharap kegiatan ini bisa ada perubahan sikap dan prilaku anak peserta petirahan baik itu disipilin dan kerajinan, serta meningkatkan kemampuan minat dan bakat anak serta meningkatkan kemandirian anak. (bs/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here