Home Ekonomi SP Ajak Semua Pihak Bersama Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan

SP Ajak Semua Pihak Bersama Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan

38
0

Sumbawa Besar–Solidaritas Perempuan (SP) Kabupaten Sumbawa mengajak masyarakat bersama perempuan mewujudkan kedaulatan pangan. Bentuknya dikemas dalam dialog talkshow dan bazzar pangan di Sekretariat SP Sumbawa, Kampung Pekat, Sumbawa, Selasa (16/10/2018).

Talkshow dan bazzar tersebut merupakan cara SP memperingati Hari Pangan Sedunia pada Selasa 16 Oktober 2018.

Talkshow yang mengangkat tema wujudkan kedaulatan perempuan. Kemudian komoditi pertanian yang diperjualbelikan merupakan hasil produksi perempuan petani dari Pelat dan Brang Pelat Kecamatan Unter Iwes.

Mendatangkan narasumber dari Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Komisi II DPRD Sumbawa dan perempuan petani.

“Kegiatan ini sebagai bentuk upaya perempuan menjaga kedaulatan pangan, karena sekarang memang pemerintah menggalakan program PAJALE menggunakan benih hibrida. Benih lokal akan kalah saing dan menghilangkan pangan lokal,” terang Koordinator Program SP Sumbawa–Hadiatul Hasana.

Dia menambahkan bahwa program tersebut berorientasi agribisnis sementara petani lokal umumnya petani kecil. Dalam agribisnis pun membeli benih, pupuk atau pestisida. Sementara hasil yang diperoleh petani tidak signifikan karena untuk mendapatkan modal petani harus meminjam tengkulak, rentenir atau pun Bank.

“Ini juga menyebabkan pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan pertanian atau hubungan perempuan petani menjadi hilang,” ucap Hadiatul.

Harapan diadakan kegiatan ini sambungnya, agar masyarakat bersama dengan perempuan petani di seluruh Sumbawa berjuang mewujudkan kedaulatan pangan. Sebab pangan lokal dari segi kualitas dan pengelolaan lebih baik dari benih hibrida produksi perusahaan.

Kelemahannya, tidak bisa ditanam berkali-kali maka setiap tanam harus dibeli lagi. Sementara benih lokal dapat digunakan berkali-kali dan lebih tahan terhadap serangan hama dan kondisi iklim.

“Contohnya penggunaan benih beras merah sebagai benih lokal yang masih digunakan oleh petani di Pelat dan Brang Pelat,” tutupnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, Yasin Musamma, yang ikut menjadi narasumber di dalam talkshow mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi SP.

Menurutnya SP sangat peduli dan tanggap terhadap hak perempuan tentang kedaulatan pangan.

“Apa yang dilaksanakan SP merupakan ide dan gagasan yang harus didukung oleh pemerintah melalui instansi teknis,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Yasin menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus ditindaklanjuti hingga ke tingkat bawah. Apalagi Kementan pernah membuat kawasan rumah pangan lestari (KRPL) untuk meningkatkan pendapatan perempuan dan menekan pengeluaran harian.

“KRPL itu salah satu cara mendukung ketahanan pangan nasional,” sebut Yasin.

Harapan ke depan tambahnya, kepada Pemda melalui OPD terkait apa yang diselenggarakan SP agar diakomodir baik dalam program atau anggaran, sehingga semua Desa yang ada dapat tersentuh. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here