Home Kesehatan Upaya Peningkatan Pelayanan, PMB Senyum Kencana Jadi PMB-TM

Upaya Peningkatan Pelayanan, PMB Senyum Kencana Jadi PMB-TM

11
0

Sumbawa Besar—Praktik Mandiri Mandiri Senyum Kencana, Desa Semamung, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, yang digawangi oleh Bidan Ummi Kalsum, secara resmi menjadi Praktik Mandiri Bidan-Tempat Magang (PMB-TM), setelah acara peresmian oleh Wakil Bupati Sumbawa, diwakili Asisten I Setda Sumbawa, Dr. Muhammad Iksan, Rabu  (07/11/2018).

Sebelumnya, Ummi Kalsum dengan PMB Senyum Kencananya, menjadi PMB kedua terbaik nasional pada awal 2018 mewakili Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam hal ini, Kepala Dinas P2KBP3A yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Advokasi dan Informasi Elfi Wahyuni, menjelaskan bahwa PMB TM di Kabupaten Sumbawa merupakan tolak ukur keberhasilan Kabupaten Sumbawa yang mampu meningkatkan capaian metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Dengan peresmian tersebut kata Evi maka akan tersedia tenaga provider yang kompeten dalam pelayanan KB. Sejalan dengan tujuan pihaknya untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan KB

“Keberhasilan ini juga didukung oleh adanya distrik working grup yang mengadvokasi Bupati untuk mensukseskan program KKBPK di Kabupaten Sumbawa. Terbukti saat ini para bidan di wilayah kampung KB diberikan pelatihan CTU untuk menciptakan bidan-bidan yang berkualitas.

Wakil Bupati Sumbawa diwakili Asisten I Setda Sumbawa, Dr. Muhammad Iksan, menyampaikan bahwa bidan merupakan profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat manusia. Bidan lahir sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu-ibu melahirkan.

Tugas yang diemban sangat mulia dan juga selalu setia mendampingi dan menolong ibu dalam melahirkan sampai sang ibu dapat merawat bayinya dengan baik.

Bidan diakui sebagai profesional yang bertanggung jawab yang bekerja sebagai mitra perempuan dalam memberikan dukungan yang diperlukan, asuhan dan nasihat selama kehamilan, periode persalinan dan post partum, melakukan pertolongan persalinan di bawah tanggung jawabnya sendiri dan memberikan asuhan pada bayi sejak baru lahir.

“Asuhan ini termasuk tindakan pencegahan, promosi untuk persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anaknya, memberikan pengobatan dan pertolongan kegawat-daruratan dan melakukan tindakan darurat,” sebutnya.

Bidan memiliki tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya untuk perempuan saja, juga untuk keluarga dan masyarakat. Sebagai sebuah profesi maka bidan harus dapat memahami sejauhmana peran  dan fungsinya sebagai seorang bidan.

Dikemukannya, bahwa salah satu upaya yang perlu dilakukan bagi calon bidan adalah penyediaan praktek mandiri bidan-tempat magang (PMB-TM). Sebab faktor utama yang menyebabkan terus berkembangnya pelayanan dan pendidikan kebidanan adalah semakin banyaknya tantangan dalam menekan angka mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin khususnya di negara-negara berkembang.

Mengingat hal tersebut, maka penting bagi para calon bidan maupun bidan untuk terus meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang pelayanan dan pendidikan kebidanan di era modern ini melalui pemanfaatan PMB-TM karena bidan merupakan tenaga terdepan dan utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Para bidan memang memiliki tugas yang sangat berat, sebab selain dituntut untuk mampu memberikan pelayanan teknis secara optimal, sekaligus juga diharapkan agar mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk membiasakan diri berperilaku hidup sehat,” sebut Muhammad Iksan.

Pemda Sumbawa tegasnya berharap melalui peresmian PMB-TM di Kecamatan Moyo Hulu menjadi upaya bersama bagi peningkatan pengetahuan dan kualitas pelayanan para bidan. Sehingga pada akhirnya akan mendukung pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya generasi masa depan yang berkualitas menuju Sumbawa yang hebat dan bermartabat. (bs/01)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here