Home Ekonomi Karena Janji Ini, Para Petani Akan Kepung Dinas Pertanian

Karena Janji Ini, Para Petani Akan Kepung Dinas Pertanian

84
0

Sumbawa—Puluhan kelompok tani yang tersebar di empat kelurahan di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, NTB, yang tergabung di Forum Kerukunan Kelompok Tani Kecamatan Sumbawa (FKKTKS), akan mendatangi Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Kamis (29/11/2018).

Kedatangan mereka menuntut agar segera merealisasi bantuan bibit jagung kepada masing-masing kelompok tani lantaran musim tanam hanya menghitung hari saja.

Koordinator FKKTKS Mara Irwan, yang dikonfirmasi Selasa (27/11/2018) menjelaskan, rencana kedatangan FKKTKS yang beranggotakan 35 kelompok tani yang tersebar di empat kelurahan yakni Kelurahan Seketeng, Brang Biji, Uma Sima dan Kelurahan Pekat dalam rangka meminta jawaban pihak Dinas, terkait permasalahan yang kini sedang dihadapi oleh masing-masing kelompok tani yakni, masalah realisasi bibit jagung yang dianggap belum ada titik terang.

“Ada delapan ratusan anggota kelompok tani yang rencananya akan menduduki Dinas pertanian. Mereka resah karena hingga saat ini belum mendapatkan bantuan bibit jagung, sementara sebelumnya masing-masing kelompok sudah mengajukan proposal permintaan bibit jagung serta pupuk dan bantuan lainnya,” terang Mara Irwan.

Bahkan kata Mara Irwan bahwa petugas yang ada di lapangan dari Dinas meminta dana kepada masing-masing kelompok dengan alasan dana untuk administrasi meskipun itu kecil, namun hingga saat ini hal itu belum terealisasi.

Sejumlah ketua kelompok tani pun paparnya, bahkan sudah mendatangi Dinas, dan waktu itu diterima langsung oleh Kadispertan Sumbawa untuk membahas permasalahan yang sedang dihadapi oleh petani saat ini.
Antara lain, masalah belum adanya bibit, pupuk dan bantuan lainnya, sehingga waktu itu, Kadispertan berjanji dalam waktu dekat akan membahas dan mencari sebuah solusi, namun yang terjadi hingga saat ini janji itu belum ada kabarnya.

“Pak Kadis pada awal November kemarin janji akan segera memberi jawaban terkait apa yang menjadi masukan kami, namun hingga kini memasuki penghujung bulan November hal itu semakin tidak ada informasinya.Wajar jika kami sebagai petani resah, karena lagi beberapa hari musim tanam sudah dimulai, sementara bibit yang kami harapkan tidak kunjung ada kabar,” ungkapnya.

Dengan demikian, jika apa yang menjadi janji pihak Dinas tidak segera terealisasikan maka dampaknya akan terjadi kerugian bagi petani.

Misalnya, rugi waktu akibat menunggu realisasi, juga rugi materi karena ditarik dana sebanyak seratus ribu perkelompok dengan alasan biaya administrasi pembuatan rekening dan biaya materai oleh petugas dari Dinas untuk keperluan pembuatan pengajuan bantuan pada bulan Oktober lalu, namun apa yang diharapkan para petani tidak juga terealisasi hingga kini.

“Wajar saja jika kami sebagai rakyat atau petani yang merasa resah, mendatangi pemerintah untuk mempertanyakan jawaban atas keresahan kami,” tandas Mara.

Pihaknya berharap pemerintah melalui dapat memberikan jawaban atas masalah ini. Jika tidak ada jawaban juga, maka para petani akan mendatangi langsung Bupati dan memberitahukan masalah ini, jika memungkinkan juga kita mengelar hearing dengan pihak DPRD Sumbawa.(bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here