Home Pariwisata Sumbawa Akan Dideklarasikan Jadi Kota Pusaka

Sumbawa Akan Dideklarasikan Jadi Kota Pusaka

802
0

Sumbawa Besar—April 2017, Kabupaten Sumbawa akan dideklarasikan sebagai salah satu Kota Pusaka Indonesia di Bali. Sebelumnya, Kabupaten Sumbawa telah masuk di dalam jaringan Kota Pusaka Indonesia yang dibina Kementerian Bidang Pembangunan  Manusia dan Pariwisata RI.

Demikian diungkapkan Bupati Sumbawa, Husni Jibril, di saat pembukaan acara Mudzakarah Rea Lembaga Adat Tana Samawa, di Istana Dalam Loka, Jum’at (16/12/2016) malam.

Berkaitan dengan peran dan kedudukan LATS di dalam adat dan budaya tana Samawa, Bupati menyampaikan saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mempromosikan budaya dalam kepariwisataan untuk menggerakan sektor lainnya dan menjadikan sektor lainnya sebagai potensi pariwisata. Menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai salah satu upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

Maka target kunjungan wisatawan yang ditingkatkan tentu harus diimbangi dengan pengembangan dan pelestarian objek wisata. Baik wisata alam, wisata religi, wisata budaya maupun wisata cagar.

“Sebagai Tau Samawa kita harus berbangga dengan keberadaan Istana Dalam Loka dan seluruh benda cagar budaya yang tersebar di seluruh Kabupaten Sumbawa,” sebutnya.

Destinasi inilah jelas Bupati, diharapkan mampu menjadi tulang punggung kebudayaan dan kepariwisataan di Kabupaten Sumbawa ke depan.

Bukan hanya sebagai simbol sebuah peradaban, namun juga menjadi tradisi masyarakat yang telah berlangsung secara turun temurun sejak zaman megalitikum, hindu-budha maupun zaman keislaman sampai saat ini sebagai tradisi Tau Samawa.

“Beberapa waktu yang lalu Kabupaten Sumbawa telah memproyeksikan diri sebagai bagian dari Jaringan Kota Pusaka di Indonesia yang dibina oleh Kementeriaan Koordinator Bidang  Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. Insya Allah dengan dukungan dan doa bersama pada April 2017 mendatang Sumbawa akan dideklarasikan sebagai jaringan Kota Pusaka di Indonesia di Bali,” papar Bupati.

Menyongsong hal tersebut, tentu harus segera berbenah diri untuk menggali tradisi, cagar budaya dan cagar alam dengan sejarahnya. Melestarikan bahkan mengembangkannya harus dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan.

Kewajiban pemerintah daerah tersebut menurut Husni Jibril, tentu tidak akan berjalan mulus jika tidak didukung LATS. Maka tepatlah pada momentum Mudzakarah Rea Bupati menitipkan harapan kepada LATS untuk selalu bersinergi dengan Pemda untuk menggali dan mengembangkan adat budaya, cagar budaya dan pusaka daerah sebagai kekayaan yang tak ternilai harganya.

Potensi tersebut agar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan peradaban Sumbawa di masa yang akan datang. Muara akhirnya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tana Samawa tercinta di sektor kebudayaan dan pariwisata. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here