Home Hukum & Kriminal Jaksa Tangkap Buronan Kasus Rumah Adat KSB

Jaksa Tangkap Buronan Kasus Rumah Adat KSB

2318
0
Tim Kejari Sumbawa memperlihatkan Teguh Maramis di hadapan wartawan sesaat setelah keluar dari Pesawat.

Sumbawa Besar–Kejari Sumbawa berhasil menangkap tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan rumah adat KSB dengan tersangka Teguh Maramis alias TM. Penangkapan tersangka dilakukan di kediamannya, Tuban, Jawa Timur, oleh Tim Kejari Sumbawa dan Kejari Tuban, Senin (08/05/2017).

Penangkapan Teguh dipimpin Kasi Pidana Khusus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD, SH. Sebelum melarikan diri ke Tuban, Teguh selalu beralasan sakit. Jaksa pun mengaku kesulitan melacak keberadaan Teguh lantaran semua akses telekomunikasi yang berhubungan dengannya tidak aktif.

Pelariannya pun berakhir di kediamannya sendiri. Setelah ditangkap, Teguh kemudian dibawa ke Sumbawa melalui beberapa tahap, yakni ke Surabaya dan dititip di Kejari Sidoarjo menunggu pagi.

Selasa (09/05/2017) pagi, dia pun bersama tim Kejari Sumbawa berangkat dari Bandara Juanda menuju Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, sekitar pukul 10.30 WITA.

Setibanya di Bandara, tangan Teguh dalam keadaan terborgol diapit tim Kejari Sumbawa yang langsung menuju ruang VIP Bandara tersebut. Kemudian dia digelandang ke Kantor Kejari Sumbawa menggunakan mobil milik Kejari Sumbawa.

Terkait penangkapan Teguh Maramis, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Paryono, SH., MH., mengaku lega dengan tertangkapnya tersangka tersebut. Dia pun membuktikan janjinya.

“Saya buktikan janji saya kan,” ujar Paryono singkat dan didampingi Kasi Intel Erwin Indrapraja, SH., MH dan Kasi Pidsus Anak Agung Raka PD, SH.

Ia mengakui bahwa ketika pihaknya mendapatkan informasi keberadaan tersangka, kemudian langsung mengutus tim menuju Kabupaten Tuban. Bersama tim Kejari Tuban, Tim Kejari Sumbawa melokalisir kediamaan tersangka kemudian melakukan penyergapan.

Dia tidak bisa berkutik. Langsung dibawa ke Rumah Saki tuntuk diperiksa kesehatannya. Hasil pemeriksaan medis, tersangka dinyatakan sehat. Ini dilakukan Karena selama ini tersangka beralasan sakit, jelas Kajari Sumbawa.

Saat ini, tersangka telah dititipkan sementara di Lapas Sumbawa sembari menunggu jadwal pemeriksaan terhadap dirinya dengan didampingi seorang penasehat hukum.

Pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB ini dianggarkan Rp 2 miliar. Namun terjadi pemutusan kontrak kerja secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Karena karena kontraktornya kabur dalam hal ini PT AS selaku pemenang tender.

Pada praktiknya di lapangan, rekanan hanya merealisasikan pekerjaan 5,4 persen. Namun PT AS disinyalir telah menerima dana sebesar Rp 500 juta dari keseluruhan nilai kontraknya. Hasil penyidikan pihak kejaksaan menetapkan PPK, Yahya Soud, sebagai tersangka.

Yahya Soud pun sudah bebas setelah menjalani hukumannya. Pengembangan kasus oleh tim jaksa di Kejaksaan Negeri Sumbawa ditemukan adanya tersangka baru yakni Teguh Maramis selaku pemilik perusahaan pemenang tender atau rekanan proyek tersebut. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here