Home Kesehatan Begini Tanggapan Anggota Legislatif Terkait Nasib Perawat di Sumbawa

Begini Tanggapan Anggota Legislatif Terkait Nasib Perawat di Sumbawa

4459
1
Andi Rusni, Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa.

Sumbawa Besar–Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi Gerindra yang juga anggota Komisi IV, Andi Rusni, menilai bahwa aksi yang melibatkan hampir 700 orang para Perawat yang tergabung di dalam Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Koordinator Daerah Sumbawa, pada Senin (18/12/2017), merupakan yang terbanyak dalam sejarah.

Bahwa sebutnya, apa yang diperjuangkan para Perawat sukarela atau honorer tersebut adalah fakta dan di satu sisi mereka dituntut profesional di dalam bekerja dan memastikan kesehatan orang yang meminta pelayanan medis. Di sisi lain belum ada komitmen yang jelas dari pemerintah.

“Karena itu sebagai wakil rakyat, kami secara tegas menyatakan akan memperjuangkan. Masih ada ruang saya kira. Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN mengatur tentang tenaga P3K atau dengan nomenklatur lain yang tidak bertentangan dengan aturan,” jelas Andis sapannya.

Di berbagai daerah kata Andis, contohnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang memberikan insentif kepada tenaga sukarela yang sama dengan Perawat di Sumbawa sebesar Rp 1 juta per orang.

Ini merupakan suatu rujukan yang realistis karena rujukan penyusunan APBD yang digunakan KSB sama dengan yang digunakan di Sumbawa.

“Kenapa Kabupaten Sumbawa Barat bisa lalu kita tidak. Di Madura misalnya mengalokasikan hal yang sama. Karena itu harus diingat oleh pemerintah bahwa ini bukan merupakan tenaga non profesionalisme. Mereka sekolah sekian lama, harus ada STR maka saya kira ini harus diperhatikan pemerintah. Kami berkomitmen untuk memperjuangkan masalah ini,” tandasnya.

Bahkan tegas Andi Rusni, semua fraksi di DPRD sepakat memperjuangkan aspirasi Perawat yang berhimpun di PPNI maupun di GNPHI. (bs/01)

 

 

 

1 COMMENT

  1. Sumbawa tu enak masih ada honornya ketimbang di Dompu tidak ada sama sekali, kita dituntut untuk bekerja secara profesional tapi pemerintah hanya menutup mata dgn tenaga kesehatan khususnya perawat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here