Home Pilkada Waspada! Penyelenggara Pilkada Bisa Jadi Penjahat Berbahaya

Waspada! Penyelenggara Pilkada Bisa Jadi Penjahat Berbahaya

405
0
Bambang Karyono Bawaslu NTB

Sumbawa Besar—Harus diwaspadai oleh semua pihak yang terlibat dalam proses penyelenggara Pilkada terutama pada tahapan pungut hitung. Betapa tidak, penyelenggara Pilkada di tingkat KPPS bisa saja berselingkuh dengan timses pasangan calon untuk memenangkan pasangan calon tertentu.

Hal tersebut dikemukakan Komisioner Bawaslu NTB, Bambang Karyono, ketika memberikan materi dalam Bimtek Panwascam se Kabupaten Sumbawa, Kamis (26/11/2015) hingga Jum’at (27/11/2015) di aula Hotel Parahyangan Sumbawa.

“Pada hari itu penyelenggara di tingkat KPPS sebagai subjek pengawasan yang bisa menjelma menjadi penjahat yang paling berbahaya,” tandas Bambang.

Namun ia membatasi bahwa yang dimaksudkan bukanlah lembaganya melainkan personnya. Person yang dimaksud adalah mereka yang menyantolkan diri di sebuah lembaga atau parpol tertentu.

Lalu bagaimana bisa menjelma seperti itu? Dari hasil analisa Bawaslu, indeks kerawanan Pemilu 64 persen diakibatkan oleh netralitas penyelenggara. Karena merekalah yang paling paham dan tahu terkait persoalan tehnis.

Dia menilai bahwa dalam hal ini, Panwas hanya punya mata, telinga, bibir dan tangan tapi tidak bisa mengawasi semuanya. Karena mulai dari rekrutmen penyelenggara, di bawah kewenangan dan rekomendasi para camat dan para Lurah/Kades yang tidak menutup kemungkinan memilki afiliasi politik terhadap parpol atau pasangan calon tertentu.

“Saya tanyakan. Yakin tidak bahwa para Camat dan Kades punya netralitas dalam pemilu? Kades dan Camat merupakan hirarki strukrural yang memiliki koneksi dengan kekuasaan,” sindir Bambang.

Ia menegaskan, jika KPPS di tingkat bawah dalam hirarki penyelenggara Pilkada menjelma menjadi penjahat yang berbahaya maka tidak ada gunanya timses lain keliling kampong mengajak pemilih untuk memilih ke pasangan calon tertentu. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here