Home Pariwisata Berkunjunglah Ke Pulau Bungin

Berkunjunglah Ke Pulau Bungin

921
0

Sumbawa Besar—Berada di Kecamatan Alas di bagian barat Kabupaten, dengan waktu tempuh dari Sumbawa Besar sekitar 1,5 jam via moda transportasi roda empat maupun roda dua, para penikmat wisata bahari dan budaya tentu tidak mau melewatkan eksotisme Pulau yang satu ini.

Untuk masuk ke Pulau Bungin, traveler tidak perlu menyebrang laut melalui perahu. Kini kendaraan roda empat dan roda sudah bisa masuk ke Pulau karena dibangun tanggul penghubung daratan ke Pulau Bungin.

pulau bungin

Nama Pulau Bungin mungkin bagi sebagian orang tidak asing lagi, namun bisa jadi kebanyakan orang lainnya masih belum mengenal lebih jelas mengenai asal muasal Pulau yang diklaim sebagai pulau paling padat di dunia tersebut.

Dengan kebudayaan khas suku pengembara laut atau suku Bajo, Pulau Bungin sejatinya sudah ada sejak tahun 1815 atau di tahun meletusnya gunung Tambora. Pulau Bungin awalnya hanya gugusan pasir yang dalam bahasa Bajo disebut “Bubungin”.

Namun seiring perjalanan waktu Pulau Bungin kemudian dihuni oleh suku Bajo keturunan Selayar, dalam hal ini seorang Panglima laut Kesultanan Sumbawa, yang dikenal dengan nama Panglima Mayu. Oleh Sultan Sumbawa kala itu, Panglima Mayu dihadiahkan  tempat untuk dihuni karena jasanya menjaga perairan Kesultanan Sumbawa dari gangguan perompak maupun penjajah.

Kini Pulau mungil tersebut bertambah padat penduduknya, batu dan pasir menjadi pondasi Pulau. Bagi warga yang ingin menikah, diwajibkan untuk menimbun batu dan pasir sebagai calon lokasi rumah mereka. Tradisi ini pun dipelihara secara turun temurun hingga era modern.

Keunikan lainnya, di Pulau Bungin para traveler dapat melihat langsung benda-benda peninggalan nelayan dan kehidupan maritime di Museum Nelayan Pulau Bungin. Keberadaan Museum berupa rumah panggung, akan menyambut traveler di pintu masuk Pulau bungin.

Setelah melihat benda-benda peninggalan nelayan, traveler dapat menjelajahi pulau dengan berjalan kaki. Tapi awas, jangan sampai nyasar karena gang-gang sempit di dalam Pulau dijamin akan sedikit membingungkan traveler.

kambing makan kertas

Tapi jangan khawatir, warga setempat yang begitu ramah dan terbuka kepada wisatawan akan membantu menunjuk jalan tanpa harus diberikan imbalan. Sambil berkeliling pulau, traveler akan menemukan keunikan lagi. Jangan heran jika nanti akan melihat kambing yang memakan kertas. Itulah kebiasaan kambing yang ada di Pulau ini. Tidak ada rumput, kertas pun jadi.

Bagi traveler yang ingin melihat Pulau Bungin 360 derajat dari ketinggian. Maka fasilitas menara Masjid bisa dijadikan tempat untuk menikmati eksosistme Pulau Bungin dari atas.

Nah, jika sudah selesai berkeliling Pulau, sempatkan waktu traveler menikmati pemandangan bawah laut di Pulau Bungin dengan bersnorkel. Jangan khawatir, sudah disediakan alat dan perahu menuju spot snorkeling. Tentunya yang satu ini tidak gratis, traveler bisa bernegosiasi dengan pemilik alat snorkeling dan perahu untuk disewakan.

kondisi terumbu karang pulau bungin

Puas berkeliling dan menikmati bawah laut Pulau Bungin, pasti traveler akan lelah dan butuh istirahat. Tidak jauh dari spot snorkeling, terdapat Keramba Jaring Apung (KJA) hasil karya kelompok nelayan Bungin Mandiri.

Di KJA, traveler bisa melepas lelah dan bisa memancing ikan yang ada di dalam KJA. Bahkan bisa memesan menu makan siang. Sajian kuliner khas Pulau Bungin akan menemani waktu istirahat Traveler.

Berwisata ke Pulau Bungin di akhir pekan bersama keluarga, teman maupun orang terdekat lainnya, bisa menjadi pilihan tepat setelah seminggu bekerja. Traveler penasaran dan ingin mencoba? Silahkan kunjungilah Pulau Bungin. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here