Home Pemerintahan JM- Tim Sukses Husni-Mo’ Ributkan Masalah Mutasi

JM- Tim Sukses Husni-Mo’ Ributkan Masalah Mutasi

650
0

Sumbawa Besar—Pernyataan Bupati Sumbawa Drs. H Jamaluddin Malik pada acara Peringatan Maulid di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Kamis (14/01/2016) menuai kritik dari sejumlah kalangan. Pada kesempatan itu JM meminta kepada bupati terpilih, untuk tidak sepenuhnya mempercayai tim sukses, karena hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja SKPD terkait.
Di penghujung masa jabatannya, JM juga berharap kepada Bupati terpilih untuk tetap mengedepankan kemampuan dan profesionalitas aparatur demi kemajuan Sumbawa ke depan.

Syamsul FikriKetua Tim Sukses Paket Husni-Mo, Syamsul Fikri, S Ag, MSi mengaku keberatan dengan pernyataan Bupati tersebut. Karena sebagai figur seorang pimpinan semestinya menjelang akhir masa jabatannya mampu menunjukkan sikap suri tauladan yang baik, dan tidak lagi mengotak-atik urusan Pilkada. Apalagi dalam acara peringatan Maulid Nabi, yang semestinya lebih mengedepankan nuansa keagamaan dibandingkan dengan urusan politik.
Menurut Fikri, sebagai Ketua Tim Sukses Husni-Mo pihaknya tidak akan melakukan intervensi proses mutasi maupun tata pemerintahan yang nantinya akan dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
”Mutasi adalah kewenangan Bupati dan Wakil Bupati, dan kami tidak akan mengintervensi terlalu dalam tentang masalah ini,” ujar Fikri.
Pada masa pemerintahan Jamaluddin Mailk, kata Fikri, justru telah terjadi reformasi tukang sapu, dimana aparatur ditempatkan tidak sesuai dengan kompetensinya.
”PNS tidak perlu risau, karena kepemimpinan Husni-Mo akan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,”jelasnya.
Fikri juga menegaskan bahwa tim sukses Husni-Mo tidak akan pernah dibubarkan. Karena akan bertugas mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan, menuju pemerintahan yang lebih baik. “Namanya sahabat tidak akan pernah bubar. Kami akan mengawal ini yang baik tetap dilanjutkan, yang kurang baik diluruskan,”tandas Fikri.
Pada kesempatan itu Ketua DPC PDIP, A Rafiq sangat menyesalkan pernyataan Bupati, menurutnya sebagai seoprang pemimpin bupati tidak layak berbicara politik pada momentum peringatan Maulid Nabi. Sebagai seorang yang cerdas bupati semestinya mampu menempatkan diri ketika berbicara, apalagi momen tersebut banyak dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Menyangkut proses mutasi yang disindir JM dalam sambutannya itu, pihaknya tetap akan melakukan kordinasi dengan tim gabungan kolaisasi partai.
“ Tidak ada wewenang kami untuk ikut campur tangan dalam proses mutasi, kemungkinan kami hanya dimintai pertimbangan saja, dan ini terlalu dini untuk dibicarakan,” kata Rafiq. (bs/02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here