Home Pariwisata Menjadikan Museum Nelayan Sebagai Pusat Studi Peradaban Maritim

Menjadikan Museum Nelayan Sebagai Pusat Studi Peradaban Maritim

733
0

Sumbawa Besar—Keberadaan museum nelayan di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, kini mulai dikenal setelah didirikan sejak tahun 2014 silam. Museum yang berada di pintu masuk Pulau Bungin tersebut, memiliki visi menjadikan museum nelayan sebagai pusat studi peradaban maritime dan sebagai media edukasi karakter kebaharian anak bangsa.

Inisiator sekaligus pengelola Museum, Sahabuddin ‘Tison’, menyampaikan, misi Museum tersebut dintaranya menyelamatkan berbagai warisan kebaharian multidimensional. Menyerap berbagai pusaka kebaharian di berbagai pesisir, pulau-pulau kecil dan seluruh komunitas nelayan di Indonesia dan luar negeri.

Tidak hanya itu, Museum tersebut nantinya akan menjalin kemitraan dengan berbagai Museum, mengembangkan kegiatan-kegiatan guna edukasi kebaharian, menggali berbagai kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat.

“Kami di Museum juga akan meningkatkan kapasitas pengelola Museum nelayan. Melibatkan para pemuda dalam mengelola Museum nelayan. Bahkan akan menyelenggarakan berbagai event kebaharian,” ujar Sahabuddin.

Di mata Sahabuddin, mencintai peradaban maritime berarti mencintai sejarahnya. Mencintai sejarahnya berarti menyelamatkan warisannya. Menyelamatkan adalah tindakan, bukan berhenti pada sekedar memikirkan.

“Jangan biarkan kolektor asing memboyong warisan pusaka bahari anda. Bersamanya terkandung ilmu pengetahuan yang luas. Karya orang tua kita terdahulu, warisan yang kita simpan di tempat berharga, di luar negeri belum tentu diperlakukan terhormat. Jika mereka bisa maju karena belajar dari ciptaan orang tua kita terdahulu, kenapa bukan kita?” tandasnya. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here