Home Hukum & Kriminal Polisi Tembak Residivis Kasus Curas

Polisi Tembak Residivis Kasus Curas

484
0

Sumbawa Besar—Aparat kepolisian terpaksa melumpuhkan buron dan residivis kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) menggunakan timah panas karena hendak melawan dan merebut senjata aparat. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (10/01/2016) lalu di sekitar kebun milik warga di Labuhan Burung, Kecamatan Buer.

Ternyata sebelumnya pelaku yang bernisial HZ asal Desa Korleko, Kecamatan Api Taik, Lombok Timur tersebut merupakan buron Polres Lombok Timur. Keberadaannya di Kecamatan Buer untuk menuju Malaysia melalui pelabuhan tikus.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Tri Prasetiyo, penangkapan residivis yang terkenal sadis tersebut hasil koordinasi dengan Polres Lombok Timur. HZ yang berada di Buer segera ditemui aparat untuk diamankan. Hanya saja ketika aparat mengamankannya, HZ melakukan perlawanan.

‘’Kami dapat informasi yang bersangkutan ini akan pergi ke Malaysia. Jadi kami melakukan penangkapan,” terang Tri.

Tri menuturkan, sebelum perkelahian antara HZ dengan aparat terjadi, pelaku mematuhi himbauan polisi dan bersedia dibawa ke Polsek. Sayangnya, ia tiba-tiba saja memberontak dan hendak merebut senjata anggota Polsek Buer.

Keduanya bergumul dan senjata tersebut sempat meletus. HZ kemudian mencoba untuk melarikan diri. Kemudian Polisi memberikan tembakan peringatan, namun HZ enggan mengindahkan tembakan peringatan tersebut. Akhirnya Polisi melumpuhkan HZ tepat di betis kanannya.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Haris Dinzah, SH., S.Ik, mengkonfirmasi, bahwa HZ merupakan salah satu buronan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).  HZ baru empat bulan ini menghirup udara bebas dan masih berstatus dalam pengawasan.

“Yang bersangkutan merupakan pelaku kasus curas di enam TKP. Hal ini diperkuat dari keterangan saksi dan pengakuan pelaku. Sejauh ini, dua orang rekan HZ sudah lebih dulu diamankan,” terang AKP Haris.

Selama HZ berkeliaran dan beraksi di Lombok Timur, ia dan rekannya menggunakan modus memepet kendaraan calon korbannya. Selama beraksi, ia tidak segan-segan melukai korbannya. Aksi terakhirnya terjadi pada 5 hari yang lalu dengan barang bukti dua unit sepeda motor hasil kejahatannya. (bs/02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here