Home Hukum & Kriminal Timsus Meratus Nyatakan Barang Meratus Sesuai Manifest

Timsus Meratus Nyatakan Barang Meratus Sesuai Manifest

449
0

Sumbawa Barat—Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat  sepakat melanjutkan pembahasan untuk meneiliti dokumen izin pelabuhan khusus Newmont dan penjualan scrap (limbah) yang dilakukan Newmont selama ini.

‘’Setelah tim turun kemarin, ada instruksi pak Gubernur untuk menindaklanjuti pembahasan lebih spesifik soal pelabuhan dan scrap Newmont,’’kata, Ketua timsus insiden Meratus, H. Mashur Yusuf.

Mashur mengatakan, memang sesuai hasil investigasi tim di Kupang, Nusa Tenggara Timur, data muatan kapal Redrock Voyage 1602 milik PT Meratus Line, sesuai dengan manivest yang terdaftar di Syahbandar. Sedikitnya, ada 15 kontiner telah diperiksa dan dibuka, semuanya berisi oli curah, aki bekas dan tabung kosong,’’ katanya.

Tapi, nemang diakui Mashur, kontiner yang dibongkar adalah kontiner yang sesuai laporan manivest saja. Di kapal Meratus, ada ratusan kontiner lain yang tidak dibuka.
Tim yang terdiri dari AL, Pemrov NTB dan KSB melakukan pembongkaran di pelabuhan umum milik Pelindo, Kupang.

Itupun disaksikan pihak PT Meratus dan perwakilan Newmont. Meski demikian, menurut Mashur sesuai dengan data pemerintah, pemuatan oli dan bahan kimia berbahaya di kapal Meratus ini tidak ada sepengetahuan pemerintah.

‘’Selama ini pengapalan dan tender scrap Newmont termasuk oli tanpa sepengetahuan dengan pemda. Belum ada petugas atau tim pemerintah menyaksikan proses tender dan jumlah scrap yang di kapal atau dilelang. Kita hanya terima dana dari Newmont saja,’’ kata, Mashur.
Atas laporan dan kondisi inilah, pemerintah merasa laporan penjualan scrap benar benar tergantung dengan Newmont. Sebab sesuai isi MoU, pemerintah menerima bagi hasil namun tender dan penjualan diserahkan Newmont. Tapi ini tetap harus melalui pengawasan agar pelaksanaanya sesuai. Itu prosedur yang benar.

Pemerintah menurut Mashur telah mengeluarkan Perbup Nomor 30 Tahun 2010 tentang Surat Keterangan Asal Barang (SKAB). Jadi, selama ini, hanya Newmont yang tidak mematuhi aturan itu. Sementara seluruh perusahaan lain seperti pengiriman hasil tambang, Mangan, Batu Galena semua dilaporkan ke pemda.

‘’Akan ada rapat dengan propinsi bahas masalah ini lebih lanjut. Kami tunggu undangan dan perintah bupati,’’ terangnya.

Sementara itu, Danpos TNI AL  mengatakan, sebelumnya TNI telah memeriksa sejumlah ABK, Kapten dan Nahkoda kapal tersebut. Mereka mengakui, bahwa pengapalan limbah tembaga sudah akan dimuat, tapi urung dilakukan karena ada rebut-rebut. Keterangan ini masih terus didalami TNI.

‘’Ada 200 lebih kontiner dikapal itu. Yang kita bongkar hanya 15 kontiner sesuai manivest saja, sementara kontiner lain tidak dibongkar,’’ ujarnya. (bs/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here