Home Pemerintahan Nelayan Pulau Bungin Upacara Bendera Gunakan Keramba di Laut

Nelayan Pulau Bungin Upacara Bendera Gunakan Keramba di Laut

3883
0
Upacara di keramba apung di Pulau Bungin.

Sumbawa Besar–Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 71 Tahun 2016, oleh masyarakat nelayan di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten, dimeriahkan dengan cara menggelar upacara pengibaran bendera terapung. Masyarakat memanfaatkan fasilitas Keramba Jaring Apung (KJA) milik kelompok nelayan budidaya ikan BUNGIN MANDIRI.

Kegiatan yang sudah dua kali tersebut diikuti masyarakat setempat, para pelajar SD, SMP, SMA hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Samawa (UNSA) dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Ada juga organisasi kemahasiswaan yang berpartisipasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Perayaan HUT RI ke 71, Rabu 17 Agustus 2016 oleh nelayan tersebut juga diikuti oleh aparat Kepolisian Sektor Alas, Pol Air Polres Sumbawa dan TNI Rayon Militer Alas.

Dengan pelibatan semua unsur tersebut, menjadikan perayaan HUT RI tersebut dengan pola yang sama dan di tempat yang sama tersebut kali ini cukup berbeda. Pasalnya, tahun lalu upacara tersebut tidak melibatkan semua kalangan dalam pelaksanaannya. Sayangnya, upacara unik ini tidak dihadiri oleh unsur Pemerintah Kecamatan Alas.

Antusiasme para peserta maupun petugas upacara terlihat sejak pagi hari sekitar dua jam sebelum upara dimulai sekitar pukul 10.30 Wita tersebut. Panas terik matahari tidak menyurutkan niat dan mengurangi semangat mereka untuk memperingati HUT RI di atas permukaan laut.

Dalam pidato sambutannya, pemuda setempat selaku Pembina Upacara, Sahabuddin Tison, mengatakan, upacara HUT RI yang digelar di atas permukaan laut merupakan bentuk loyalitas masyarakat nelayan di Pulau Bungin. Hal tersebut juga sebenarnya telah tertuang dalam syair syair nelayan yang menggambarkan kegigihan dan perjuangan masyarakat Pulau Bungin memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Sampai saat ini kita masih setia kepada bangsa, baik itu sebagai aparatur negara dan masyarakat sipil kita dapat menakar dan mengukur kemampuan bangsa Indonesia. Kita malu jika menjadi bangsa yang pemalas, tegasnya.

Bangkitlah dan berjanji untuk menjaga negara ini dari ancaman yang menggerogoti kemerdekaan bangsa, tambah Sahabuddin.

Di akhir pidatonya, pihaknya mengucapkan terimakasih sebagai wujud cinta kepada Indonesia yang tidak luntur sedikit pun. Kegiatan kali ini akan terus menjadi warisan yang terus menerus kepada keturunan kita. (bs/01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here