Home Hukum & Kriminal Proyek Talud Seret Nama Jaksa

Proyek Talud Seret Nama Jaksa

142
0
Ilustrasi pencatutan nama

Sumbawa Besar—Nama mantan Kasi Intel Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja, SH., MH., terseret dalam kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan talud di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas.

Seorang oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan ketenaran Erwin di Sumbawa. Oknum yang belum diketahui identitasnya tersebut mencatut nama Erwin untuk memeras atau menipu seorang kontraktor yang mengerjakan proyek dimaksud.

Adalah Faruk dan Nasir yang bekerjasama mengerjakan proyek tersebut dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Erwin Indrapraja. Faruk dan Nasir dihubungi melalui nomor telepon 082187385482.

Faruk dan Nasir dimintai uang masing-masing senila Rp 5 juta untuk ditransfer uang ke rekening tertentu.

Menyikapi dugaan penipuan yang mencatut nama mantan Kasi Intel Kejari Sumbawa, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Paryono, SH., MH., membantah bahwa pihak Kejari Sumbawa tidak pernah melakuka hal seperti itu.

“Itu tidak benar. Jika ada permintaan seperti itu oleh oknum tidak bertanggungjawab mengenai perkara yang sedang ditangani di Kejari Sumbawa, itu semua tidak benar. Kalau ada yang meminta sesuatu dengan menjanjikan perkara ya berhenti atau diurus, itu tidak ada yang benar. Itu penipuan semuanya,” tegasnya.

Status kasus dugaan penyimpangan pengerjaan proyek talud tersebut papar Kajari, telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Maka dia mengimbau masyarakat agar jangan melayani seseorang yang mengaku-ngaku dari Kejaksaan dan meminta sesuatu dengan imbalan mengurus perkara yang ditangani Kejaksaan. Karena itu pasti penipuan.

“Kami akan berkoordinasi dengan penyidik terkait persoalan ini. Hal ini sudah mengarah pada tindakan penipuan. Kami akan berupaya keras untuk mengungkapnya,” tegas Kajari.

Mantan Kasi Intel Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja, SH., MH., juga mengonfirmasi bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal tersebut. Bahkan Erwin heran, namanya masih saja dicatut padahal sudah berpindah tugas. Dia menyebutkan itu fitnah dan meminta siapapun tidak menggubris.

“Saya tidak pernah menghubungi Faruk dan Nasir. Bahkan bertemu langsung dengan keduanya juga tidak pernah. Apalagi proses hukum atas kasus itu sudah berjalan. Itu semua tidak benar dan fitnah,” tandas pria yang akrap dengan kru media tersebut. (bs/02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here