Home Pariwisata KSB dan KLU Sepakat Kerjasama di Bidang Pariwisata

KSB dan KLU Sepakat Kerjasama di Bidang Pariwisata

59
0

Taliwang–Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) sepakat bekerjasama di bidang pariwisata. Kesepakatan tersebut terjalin belum lama ini.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, yang menerima kunjungan Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Ahyar, mengatakan bahwa pemerintah KSB banyak belajar ke KLU dari sektor Pariwisata.

“Kita saling support agar pariwisata KSB bisa mengeliat dengan kerja sama ini,” ujarnya.

Dia berharap agar kedua pemerintah ini bisa saling dukung dalam pengembangan sektor pariwisata, pertanian, kesehatan dan sektor lainnya.

Menuruf Fud bahwa secara topografi, KLU dan KSB tidak jauh berbeda. Pegunungan dan pantai sangat mendominasi. Bedanya, KSB memiliki kekayaan alam yang melimpah. Namun dari sektor pariwisata, KLU sudah mendunia. Bahkan pendapatan terbesarnya datang dari sektor pariwisata. Pendapatan KLU itu pun langsung masuk ke kas KLU. Berbeda dengan KSB. Pendapatannya masuk terlebih dahulu ke kas negara dan sangat fluktuatif.

Saking serius mengurus pariwisata, jalan-jalan di KLU pun sudah di hotmix. Tentu KSB harus belajar dari KLU. Kemudian di sektor pertanian, sayuran dan buah-buahan seperti duren dan manggis banyak dihasilkan KLU.

Dalam kesempatan ini Wabup juga mengungkapkan program unggulan Pemerintah KSB kepada Bupati Lombok Utara.

Program yang diungkapkan seperti dijaminnya iuran BPJS kesehatan bagi warga tidak mampu. Tersedianya layanan cuci darah di rumah sakit daerah dan merupakan satu-satunya di Pulau Sumbawa.

Pembangunan jamban, membawa KSB satu-satunya Kabupaten di luar Pulau Jawa di Indonesia sebagai Kabupaten ODF.

Mengucurkan bantuan usaha, Bariri Tani, UMKM, Ternak dan Nelayan. Kegiatan bedah rumah dengan sistem gotong royong yang digerakan Agen PDPGR. Penurunan angka kemiskinan 3,32 persen dari jumlah warga KSB. Warga miskin akan mendapatkan santunan tunai setiap bulannya.

Bupati Lombok Utara Dr. TGH. Najmul Akhyar mengatakan, sebenarnya kekayaan alam KLU tidak ada apa-apanya dibanding KSB yang luar biasa. Sadar dengan kurangnya potensi alam dan tingginya potensi pariwisata, Pemerintah KLU pun serius mengembangkan sektor pariwisata. dengan capaian awal Rp. 6 Miliar, kini Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata saja lebih dari Rp. 200 Miliar.

‘’KLU pun menjadi Kabupaten yang memanfaatkan sektor pariwisata tertinggi di NTB. Tapi kami belum puas, karena kami belum mengelola potensi secara maksimal,” katanya.

Dalam sehari, lanjut Bupati Lombok Utara, wisatawan yang mengunjungi KLU mencapai 2.600 hingga 3.000 wisatawan.

Fast boat dari Pulau Bali yang membawa turis bisa 20 sampai 50 fast boat setiap harinya. Karenanya, nantinya KSB bisa membuat trik untuk mendatangkan turis dari KLU ke KSB lebih banyak, seperti menggratiskan ongkos fast boat dari KLU ke KSB. Kemudian menggratiskan beberapa hari kamar hotel wisatawan dan trik promo lainnya.

‘’Tapi yang paling penting kami lakukan, pembenahan sarana prasarana dan pelayanan prima, baik kepada rakyat dan wisatawan, seperti layanan kesehatan, karena itu akan menjadi cerita wisatawan di negara asalnya,” ungkap Najmul Akhyar.

Untuk pengembangan pertanian, pemerintah mendorong petani tidak fokus di tanaman padi. Namun petani didukung ke tanaman hortikultura (sayur dan buah-buahan).

KLU bekerjasama dengan Universitas New Zeland, 100 petani mendapat pelatihan. petani kini fokus menanam tanaman hortikultura. Hasilnya pun baik dan telah bekerjasama dengan hotel dan restoran di KLU untuk membeli sayur dan buah petani.

Untuk peternakan, KLU mendorong pengembangan ayam petelur, telur peternak dijual ke hotel dan restoran dengan transaksi 23 ribu butir setiap hari dan kini tidak perlu mendatangkan dari Bali atau Banyuwangi.

‘’KLU juga tidak memberikan izin retail modern seperti alfamart dan indomaret. Yang diperbanyak adalah BUMDes, usaha masyarakat dipasarkan di BUMDes yang kemudian hasilnya dirasakan masyarakat itu sendiri,” jelas Bupati.

Pertemuan ini kemudian ditutup dengan penandatangan kerjasama Bidang Kepariwisataan, Pertanian dan Bidang lainnya sesuai kebutuhan bersama. Penandatangan kerjasama yang dilakukan Kepala OPD terkait ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Kesepakatan Bersama Memorandum of Understanding (MoU).

Dia mengungkapkan bahwa dalam kerja sama ini bisa meningkatkan APBD kedua pemerintah dan sambil meningkatkan pendapatan dan pelayanan ke masyarakat.

“Mengembangkan Pariwisata sangat bagus ke depannya. Kita berbagi cara dan sistem Pariwisat,” ucap Najmul.

Pihaknya juga akan memfasilitasi antar pengusahan yang ingin mengembangkan Pariwisata di KSB antar lain dengan kerja sama. Karena Pariwisata ini mengerakkan sektor yang lain. (bs/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here