Home Pilkada Mi6 Nilai Kampus Tidak Mainkan Perannya di Pilkada NTB

Mi6 Nilai Kampus Tidak Mainkan Perannya di Pilkada NTB

81
0

Mataram–Gelaran Pesta demokrasi rakyat di NTB saat ini minus partisipasi aktif kalangan intelektual Kampus dalam memberikan pencerahan politik kepada rakyat .

“Sebagai Avant Garde demokrasi, kampus tidak boleh membiarkan rakyat berjalan tanpa panduan moral,” sebut Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto atau yang akrap disapa Didu, melalui pers rilisnya, Ahad (01/04/2018).

Dia menyambung bahwa minimnya keterlibatan kalangan kampus dalam mewarnai proses dialektika Pilkada NTB makin memperkuat asumsi bahwa kampus back to basic dan steril dalam urusan politik. Akibatnya Kampus makin terasing dengan realitas lingkungan sosialnya.

Kampus dalam konteks ini kata Didu, dipandang makin berjarak dengan realitas sosial politik kemasyarakatan,  karena absent memberikan  edukasi dalam perspektif moral politik yang benar kepada konstituen.

“Sebagai pemandu moral yang netral sejatinya Kampus bisa memainkan perannya sebagai wasit moral yang baik bagi rakyat dalam menentukan pilihan politiknya,” sebut Didu.

Menurutnya bahwa akibat tidak adanya second opini yang aktif dari kalangan kampus yang dihibahkan buat referensi rakyat, maka ada nuansa yang hilang dan kemeranggasan nilai dalam konstestasi Pilkada serentak di NTB 2018.

Menurut Direktur Mi6 tersebut,  di tengah hiruk pikuk situasi partisan menyongsong Pilkada serentak ini, harusnya intelektual  kampus turut berpartisipasi secara aktif memberikan votter educationatau pendidikan pemilih agar memiliki perspektif politik yang benar dlm menentukan pilihannya.

“Kampus sebagai salah pilar lokomotif demokrasi tidak boleh berpangku tangan menyaksikan Pilkada NTB ini,” ujar Didu.

Bagi Didu dalam konteks kekinian bahwa trust atau kepercayaan publik terhadap Kampus masih tinggi dan opini yg dibangun oleh intelektual kampus masih memiliki kredibilitas yang tinggi di mata rakyat .

“Untuk itu kampus segera mengagregasi situasi Pilkada NTB membangun wacana atau opini secara intens sekaligus turba,” pinta Didu.

Untuk itu Mi6 menghimbau intelektual dan cendekiawan di NTB segera turun gunung dari menara gading tembok Kampus dan merapatkan barisan bersama rakyat  memberikan pencerahan dan pendidikan pemilih yang benar.

“Keterlibatan kampus ini akan menjadi spirit buat rakyat menjadi pemilih yg bertanggungjawab,” ujar Didu .

Selain itu Didu melihat apatisnya kalangan kampus dalam Pilkada NTB tidak terlepas dari ketidaksamaan pandangan dalam melihat proses politik Pemilukada ini.

“Benturan nilai/moral dengan realitas politik ( baca: politik transaksional ) inilah  salah satu yang  membuat kampus agak menghindar dalam percaturan politik Pilkada agar tidak dikooptasi,” pungkasnya. (bs/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here