Home Kesehatan Stunting di KSB Alami Penurunan

Stunting di KSB Alami Penurunan

56
0

Taliwang–Angka Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak di Kabupaten Sumbawa Barat dikonfirmasi telah mengalami penurunan.

Anak stunting di Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2017 diketahui 12.20 persen, tahun 2018 ini menurun ke angka 9,97 persen.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Tuwuh, menjelaskan bahwa banyak orang yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, Tuwuh. 

Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Maka hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.

Kondisi ini terangnya, disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak masih di dalam kandungan.

“Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit,” ungkap Tuwuh.

Akhirnya kata Tuwuh, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

“Stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Ini tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas,” jelasnya.

Menurut Tuwuh, di NTB diketahui
angka stunting di KSB paling kecil.
Namun data stuting belum sesuai rata nasional, karena angka ini belum di bawah standart Nasional.

Tim Dikes mengajak makan anak dengan gerakan makan bersama, muatan lokal seperti makan kelor sebagai makanan pendamping.

Dia menghimbau agar para orang tua lebih telaten dalam memberikan gizi kepada anak. (bs/04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here