Home Ekonomi Kecelakaan Tambang LLH Sumbawa Soroti Penerapan Safety PT AMNT Bagi Karyawan

Kecelakaan Tambang LLH Sumbawa Soroti Penerapan Safety PT AMNT Bagi Karyawan

336
0

Sumbawa Besar-Pasca terjadinya kecelakaan kerja diareal tambang di Batu Hijau yang saat ini penguasaan pengelolaannya sudah diambil alih oleh PT AMNT yang menyebabkan tewasnya salah seorang karyawan dalam bekerja.

Untuk itu banyak pihak yang menyoroti terkait insiden tersebut,Tak sedikit pihak yang menyatakan keprihatinan atas terjadinya kecelakaan tambang di wilayah proyek Batu Hijau, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), Sumbawa Barat (KSB) beberapa waktu lalu.

Pasalnya,semenjak tambang Batu Hijau dipegang oleh PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT ) tidak pernah terjadi kecelakaan kerja yang sampai menyebkan meninggalnya karyawan di lokasi penambangan.Namun saat perpindahan manajement diambil alih oleh PT AMNT baru terjadi kecelakaan kerja yang sampai menyebabkan meninggalnya salah seorang karyawan.

Diketahui dalam kecelakaan yang terjadi di area MWM Laydon itu, bernama Agustiman (49) beralamatkan Jln Taman Sejahtera XII, No. 3 RT 03 / RW 20 Kelurahan Pejeruk, Ampenan, Kota Mataram.

Sebelumnya Ketua Fraksi PAN DPRD KSB juag menyoroti terkait insiden yang menimpa salah seorang karyawan AMNT yang meninggal karna kecelakan kerja.

Kini giliran Ketua Lembaga Lingkar Hijau (LLH) Sumbawa, Guntur Saputra bersuara.Ia mengaku prihatin dengan insiden tersebut di area pertambangan Batu Hijau, AMNT. Dia menilai perusahaan yang baru saja membeli kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT) itu tidak mengedepankan safety (keamanan/keselamatan).

Adapun yang dikhawatirkan Guntur, yakni hal serupa terjadi menimpa para karyawan lainnya, terutama di wilayah tambang Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa.

Terlebih, ia melihat kebijakan yang diterapkan oleh pihak AMNT baru-baru ini bahwa buruh menggunakan alat transportasi pribadi roda dua (2) dari Sumbawa menuju lokasi.

“Saya menilai perusahaan AMNT tidak safety dalam kebijakan-kebijakan yang di lakukan, ketakutan saya hal ini akan terjadi dengan buruh kita yang ada di Elang Dodo. Sebab kebijakan yang di terapkan baru-baru ini oleh pihak AMNT bahwasanya buruh menggunakan alat transportasi pribadi roda dua dari Sumbawa menuju lokasi penambangan blok elang Dodo,” tuturnya, Sabtu (bs/sf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here