Home Pemilu KPU Sumbawa Tunda Rapat Pleno Terbuka DPTb Tahap Dua

KPU Sumbawa Tunda Rapat Pleno Terbuka DPTb Tahap Dua

86
0

Sumbawa Besar- KPU Kabupaten Sumbawa hari ini, Selasa (12/3/2019) melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTB2 atau daftar pemilih pindahan di aula Hotel Sernu Raya.

Rapat Pleno Terbuka yang diadakan, menurut Ketua Divisi Penyelenggaran KPU sumbawa, Aryati, S.Pdi, bahwa rapat pleno yang diadakan sebagai pleno terakhir yang merekap pemilih pindahan, sebagaimana SK No. 277 Surat Keputusan KPU RI tentang rekapitulasi DPTB2.

Namun karena adanya surat edaran dari KPU RI yang memerintahkan kepada KPU Sumbawa.agar menunda pelaksanaan rekapitulasi DPTB2 Tingkat Kabupaten Sumbawa.

Sebagaimana tertuang dalam surat edaran dengan No. 391 tentang jadwal rekapitulasi DPTB2 yang semula hari ini batas akhir sehingga diundur tanggal 18 Maret 2019 mendatang.

Sambung Aryati, pindah memilih masih bisa sampai tanggal 17 Maret 2019 atau H- 30 sebelum pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara.

Masyarakat yang ingin pindah memilih masih bisa melakukannya sebelum perekapan pada tanggal 18 Maret 2019.

Adapun alasan tertentu seseorang tidak darurat menggunakan hak pilih di TPS asal tempat dia terdaftar.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang beberapa kategori pemilih yang dapat pindah pilih ,misalnya seperti, Menjalankan tugas pada saat pemungutan suara.
Menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi.
Penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial panti rehabilitasi.
Menjalani rehabilitas narkoba.
Menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan, atau terpidana sedang menajalani hukuman penjara atau kurungan. Tugas belajar / menempuh pendidikan menengah atau tinggi.
Pindah domisili. Terkelompok kerjapa.
berencana. Bekerja di luar domisilinya,”terang aryati.

Namun jika seseorang yang ingin memilih dan hanya membawa KTP ke TPS tapi dia tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT)/Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) wilayah tersebut dan tidak pula membawa surat 5 yang resmi dari KPU maka KPPS tidak boleh mengizinkannya,”ujarnya.

Apabila bagi calon pemilih yang memegang A5 yang dimiliki namun alamat asal adalah dapil yang berbeda, maka pemilih tersebut diberikan surat untuk dipilih hanya empat surat suara yaitu Surat suara Presiden ,DPRI, DPD RI dan DPRD Provinsi. (bs/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here