Home Pemilu Sidang Perdana Tipilu: Terdakwa Ngaku Bagikan Sarung dan Jilbab

Sidang Perdana Tipilu: Terdakwa Ngaku Bagikan Sarung dan Jilbab

606
0

Sumbawa Besar-Kasus dugaan money politik yang diduga dilakukan oleh istri Oknum Caleg Golkar, memasuki tahap persidangan. Dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa, kemarin, terdakwa Hayati mengaku membagikan “oleh-oleh” berupa sarung dan jilbab.

Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, I Wayan Eka Mariartha, SH., MH. Dengan anggota Ricky Zulkarnaen, SH dan Luky Eko Andrianto, SH. Adapun jaksa penuntut umum (JPU) yang hadir yakni Lalu Mohammad Rasyidi, SH dan Agus Widiyono, SH. Sementara terdakwa Hayati, didampingi kuasa hukumnya, Fathurrahman, SH.

Dalam dakwaannya, JPU Agus Widiyono, SH mengatakan, sebelumnya dilakukan kampanye terbatas pada 17 Februari lalu. Kegiatan ini dilakukan oleh caleg Golkar Dapil 1 Sumbawa, dengan Nomor urut 1 atas nama Zohran. Kegiatan ini dilakukan di rumah Juri Talla, di Dusun Mekar Jaya, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara.

Seusai kegiatan, terdakwa yang merupakan istri dari Caleg Golkar Dapil I Sumbawa ini berkata kepada peserta kampanye bernama Masita untuk tunggu sebentar karena akan diberikan jilbab. Terdakwa juga berkata kepada peserta lain bernama Nur Hasanah bahwa jilbab itu adalah “oleh-oleh” darinya.

Setelah memberikan jilbab kepada peserta kampanye di dalam rumah, terdakwa juga menggeser sarung untuk diberikan kepada peserta kampanye yang ada di teras rumah. Di teras rumah, terdapat peserta kampanye laki-laki. Sebelumnya, jilbab dan sarung tersebut dibawa dari rumahnya.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 521 juncto pasal 280 ayat 1 huruf J, undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu.

Dalam persidangan, terdakwa tidak membantah dakwaan dari JPU. Kemudian agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi. Antara lain, petugas dari Bawaslu Kabupaten Sumbawa, pengurus Partai Golkar, Hidayat, pemilik rumah tempat kegiatan kampanye, Juri Talla, serta suami dari terdakwa, Zohran.

Sejumlah saksi yang saat itu merupakan peserta kampanye yang hadir dalam persidangan mengaku menerima “oleh-oleh”. Untuk peserta kampanye pria, mendapatkan “oleh-oleh” berupa sarung. Sementara peserta wanita mendapatkan “oleh-oleh” berupa jilbab.

Pemilik rumah tempat dilaksanakannya kegiatan, Jufri, juga mengaku tidak mengetahui adanya pembagian sarung dan jilbab itu. Dia mengaku duduk bersebelahan dengan Zohran.

Namun, ketua majelis hakim mempertanyakan kesaksian Jufri di persidangan. Sebab, keterangannya berbeda dengan keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Dalam BAP, Jufri mengetahui adanya pembagian sarung dan jilbab itu.

Sementara itu, suami terdakwa, Zohran mengaku tidak tahu menahu perihal adanya pembagian sarung dan jilbab tersebut. Dia juga mengaku tidak tahu apakah barang tersebut diangkut bersamaan dengan kue bagi peserta kampanye di dalam mobilnya.

Dalam persidangan, terdakwa Mengaku membagikan sarung dan jilbab kepada peserta kampanye. Sidang akan kembali dilanjutkan senin pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dan terdakwa. (bs/sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here