Home Pemilu Bawaslu : Dugaan Money Politic Oknum Caleg Tidak Terbukti

Bawaslu : Dugaan Money Politic Oknum Caleg Tidak Terbukti

202
0

Sumbawa Besar- Sebagaimana tugas dan wewenang dan kewajiban Bawaslu menurut undang- undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, maka sudah sepatutnya segala laporan masyarakat disikapi dan dilakukan pengkajian tentang kebenarannya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Sumbawa Lukmanul Hakim yang ditemui diruang kerjanya, Rabu (15/05/2019) mengatakan Bawaslu Kabupaten Sumbawa sampai saat ini telah menangani 6 (Enam) kasus pemilu 2019, diantara kasus-kasus tersebut yaitu kasus istri caleg dari partai Golkar dan Kepala Desa Orong Telu yang keduanya telah diponis masing-masing tiga bulan penjara.

Kedua, kasus PSU Utan dan PSU Lunyuk yang saat ini berkas-berkasnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya yang kemungkinan kedua terduga penyebab PSU ini akan terkena pidana penjara tergantung temuan-temuan dan penjelasan saksi-saksi, terang Lukman.

Ketiga, kasus Tarano dugaan many politic caleg dari partai PPP dari Dapil 3, Caleg dari Partai Berkarya dan caleg dari PDIP di Lunyuk Dapil 2, kasus-kasus ini sedang dilakukan klarifikasi untuk mengumpulkan bukti maupun saksi-saksi.

Terakhir, Kasus Yuliana dengan pelapor Ahmad Yamin Jebes dengan Nomor pelaporan 001/LP/PL/Kab/18.08/IV/2019 Tanggal 12 April 2019. Kasus ini setelah dilakukan proses penyelidikan, mengumpulkan bukti dan Saksi maka Bawaslu Kabupaten Sumbawa melalui Sentra GAKKUMDU Kabupaten Sumbawa maupun Kepolisian tidak menemukan bukti maupun saksi-saksi dalam kasus Yuliana, sehingga kasus Yuliana Caleg dari Partai Nasdem Dapil 1 ditutup.

Bukti ditutupnya kasus Yuliana Caleg dari Partai Nasdem Dapil 1 ini tertuang dalam Berita Acara Pembahasan Kedua Sentra GAKKUMDU Kabupaten Sumbawa dengan Nomor : 001/BAB/SG/PG/Kab.SBW/18.08/V/2019 Tanggal 01 Mai 2019, yang artinya keseluruhan dari kasus Yuliana telah dihentikan total karena tidak adanya bukti maupun saksi-saksi, terang Lukman.

Dari semua kasus tersebut, Bawaslu Kabupaten Sumbawa sebelumnya telah memanggil semuanya, baik pelapor maupun terlapor untuk dimintai keterangan. “Bawaslu bekerja tidak berdasarkan katanya atau info-info yang tidak jelas baik dimedia sosial maupun yang lainnya karena yang paling ditekankan adalah fakta dan bukti temuan-temuan dilapangan maupun saksi-saksi yang memiliki bukti yang Valid,” tegas Lukman.

kasus-kasus yang ada di Kabupaten Sumbawa ini cendrung kasusnya sudah terjadi baru dilaporkan bukan kasus yang ditemukan saat kejadian sebab pelaporan kasus pemilu ini memiliki batas waktu tujuh kali 24 Jam, namun demikian Bawaslu Kabupaten Sumbawa tetap melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan saksi-saksi sebab Bawaslu bekerja berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2017 Tentang tugas, Wewenang dan Kewajiban Bawaslu itu sendiri, tutup Lukman. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here