Home Pendidikan SMK Islam Farmasi Sumbawa Tes Pemetaan Siswa Baru

SMK Islam Farmasi Sumbawa Tes Pemetaan Siswa Baru

94
0

Sumbawa Besar- Sebagai salah satu sekolah yang terus mendapatkan peningkatan peminat dari tahun ke tahun, SMK Islam Farmasi Sumbawa mulai melakukan pembenahan dalam rangka pemaksimalan pembinaan siswa ketika sudah menjadi siswa di SMK Islam Farmasi nanti, pembenahan tersebut terlihat dari mekanisme penerimaan siswa baru yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Kepala Sekolah SMK Islam Farmasi Kusriawansyah, S.Pd,. yang ditemui disela-sela kegiatan, Jum’at (31/05/2019) mengatakan, untuk meningkatkan mutu dan kwalitas siswa yang akan menempuh pendidikan di SMK Islam Farmasi, tahun ini sekolah melakukan tes pemetaan siswa, meliputi tes wawancara, pengecekan kesehatan dan tes mengaji. Tes ini dilakukan untuk memetakan kondisi dan keadaan siswa baru, agar sekolah mendapatkan informasi awal seputar calon siswa baru itu sendiri, sehingga penanganan oleh sekolah nantinya bisa lebih maksimal.

“Tes yang kami lakukan hanyalah untuk pemetaan kondisi siswa, sehingga ketika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan siswa tersebut, sekolah dapat menanganinya secara cepat dan tepat,” jelas Kus.

Ditempat yang sama, Ketua OSIS SMK Islam Farmasi Sumbawa, Ita Lestari yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut menambahkan, selain untuk mengetahui kondisi kehidupan calon siswa, dari tes tersebut dapat diketahui informasi terkait bakat serta keaktifannya diorganisasi seperti pramuka maupun pengurus Osis ketika masih SMP/MTs dulu.

Untuk diketahui, Tes pemetaan siswa baru Gelombang 1 (Satu) diikuti oleh 32 calon siswa dari 24 Target sedangkan gelombang 2 (Kedua) mulai dibuka tanggal 1 Juni 2019 dengan target 16 Siswa. jadi bagi anak-anak yang baru lulus bisa mendaftar di SMK Islam Farmasi Sumbawa Besar, terang Kus (Kepsek muda berbakat ini).

Mengenai terbatasnya siswa yang diterima untuk tahun ini telah berdasarkan analisis team yang sudah dibentuk dan salah satu pertimbangan adalah lokasi Prakerind serta terbatasnya ruang kelas dan juga pertimbangan efektifitas KBM di kelas, karena orientasinya bukan semata-mata jumlah siswa (Kuantitas) tapi bagaimana mewujudkan siswa yang berkarakter dan berkualitas, tutup Kus. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here