Home Pemerintahan Bupati : Pembangunan RSUD Mulai Dibangun Dan Tuntas Di 2020 Periode Pertama...

Bupati : Pembangunan RSUD Mulai Dibangun Dan Tuntas Di 2020 Periode Pertama Pemerintahan

20
0

Sumbawa Besar- Keinginan besar Bupati Sumbawa untuk merelokasi dan memiliki rumah sakit yang baik dengan alat medis lengkap serta Dokter-dokter specialis handal sebagai penunjang yang lebih refresentatif di Pulau Sumbawa akan segera terwujud pasalnya dengan kedatangan Direktur Farmasi RI sebagai perwakilan Kementrian Kesehatan RI akan mulai meresmikan pembangunan RSUD Sumbawa yang baru yaitu dengan peletakan batu pertama pertanda awal dimulainya pengerjaan.

Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc,. dalam sambutannya, Senin (24/06/2019) mengatakan, keinginan untuk merelokasi RSUD Sumbawa telah diperjuangkan dari semenjak menjabat Anggota dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa pada Tahun 1999 yang pada saat itu Bupati Sumbawa Bapak A. Latif Majid namun niat dan keinginan tersebut harus kandas karena Bupati kala itu tidak berani bersepikulasi padahal dana awal telah tersedia lebih dari cukup.

Mimpi dan semangat ini tidak akan pernah bergeser sedikitpun demi mewujudkan RSUD yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan layak dan baik untuk masyarakat sumbawa tetap harus diwujudkan. Saat ini dipemerintahan Husni-Mo niat itu harus terselesaikan diperiode pertama meski periode keduanya akan ada namun harus rampung diperiode pertama apapun kendalanya meskipun masih banyak yang menentang atau menolak ide ini.
“Saya akan tetap berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan RSUD ini meskipun dengan dana awal yang minim tapi cukup untuk membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebesar Rp. 15.590.128.000 (Lima belas milyar lima ratus sembilam puluh juta seratus dua puluh delapan ribu rupiah) dan Instalasi Rawat Jalan (IRJ) sebesar Rp. 19.537.760.000 (Sembilan belas milyar lima ratus tiga puluh tujuh juta tujuh ratus enam puluh ribu rupiah) dan sisanya akan diusul ke pusat,” jelas Husni (Sapaan akrab Bupati Sumbawa).

Relokasi RSUD Sumbawa telah dimulai sejak Tahun 2017, dimana pembangunan tersebut diawali dengan penyusunan feasibility study dan master plan. Berdasarkan master plan yang ada, RSUD Sumbawa merupakan rumah sakit type C menuju type B serta penyusunan DED termasuk dokumen amdal dan pematangan lahan telah dilakukan Tahun 2018 dan Tahun 2019 ini mulai pengerjaan tahap awal dengan luas bangunan sekitar 4.399 meter persegi dengan dana sebesar Rp. 35.127.888.000 (Tiga puluh lima milyar seratus dua puluh tujuh juta delapan ratus delapan puluh delapan ribu rupiah), terang Bupati.

Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa ini, maka pada pembahasan akhir tahun 2020 akan diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 224.726.766.025 (Dua ratus dua puluh empat milyar tujuh ratus dua puluh enam juta tujuh ratus enam puluh enam ribu dua puluh lima rupiah), sedangkan dari APBD Kabupaten Sumbawa dianggarkan sebesar Rp. 100.000.000.000 ( Seratus milyar rupiah), tegas Bupati.

Sebelumnya, Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri melaporkan sejarah singkat RSUD Sumbawa yang berdiri sejak Tahun 1950 dengan luas lahan 8.120 meter persegi, luas bangunan 6.876 meter persegi dan jumlah SDM sebanyak 551 orang yang terdiri dari 286 orang PNS dan 265 orang non PNS. Dokter specialis sebanyak 22 orang yang terdiri dari specialis dasar sebanyak 8 orang dokter, specialis penyakit dalam 2 orang, specialis anak 2 orang, specialis bedah 2 orang, specialis kandungan 2 orang sedangkan untuk specialis penunjang sebanyak 14 orang dokter yang terdiri dari specialis patologi klinik 1 orang, specialis radiologi 1 orang, specialis anestesis 1 orang, specialis kesehatan jiwa 1 orang, specialis mata 1 orang, specialis jantung dan pembuluh darah 1 orang, specialis syaraf 1 orang, specialis orthopedi 1 orang, specialis kesehatan gigi anak 1 orang, specialis konservasi gigi 1 orang dan specialis protodonsia 1 orang.

Sementara sambutan Menteri Kesehatan RI melalui Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen Yankes Kemenkes RI, Dr. dr. Ina Rosalina Padan, SP,.AK,.M.Kes.M.H.Kes menyampaikan bahwa, keberadaan rumah sakit yang ada saat ini memang sudah tidak layak untuk suatu rumah sakit dan sudah semestinya ada peningkatan dari rumah sakit Type C ke rumah sakit type B serta diikuti dengan peningkatan SDM, jumlah dokter specialis meningkat, pasien safety yang harus dijaga, perkembangan mutu pelayanan serta yang paling penting selalu peduli kepada rakyat terutama masyarakat miskin yang kurang mampu.

Pembangunan RSUD Sumbawa yang baru sangat didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan RI, untuk itu anggaran yang dibutuhkan untuk tahap selanjutnya harus segera diusulkan sesuai dengan data yang ada karena sebetulnya dana untuk pembangunan rumah sakit diseluruh indonesia telah disediakan atau dialokasikan oleh Kemenkes RI hanya saja semuanya harus sesuai prosedur, seandainya tahap awal sebagaimana permintaan telah selesai maka tahap selanjutnya silahkan diusulkan sesuai data.
“Apalagi Pak Bupati Sumbawa semangatnya luar biasa maka kami dari Kemenkes RI sangat mendukung sekali pembangunan RSUD ini,” tutup Rosalina. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here