Home Kesehatan Peletakan Batu Pertama Rumah Sakit Termegah Pulau Sumbawa Diwakili Direktur Farmasi RI

Peletakan Batu Pertama Rumah Sakit Termegah Pulau Sumbawa Diwakili Direktur Farmasi RI

271
0

Sumbawa Besar- Cita-cita besar masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk memiliki Rumah Sakit yang memadai dengan peralatan medis lengkap akan segera tercapai, pasalnya bulan Juni 2019 ini akan mulai pengerjaan dilakukan oleh PT. Fikri Bangun Persada selaku pemenang tender yang menjadi rekanan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Direktur RSUD Sumbawa dr. Dede Hasan Basri dalam jumpa pers diruang pertemuan RSUD, Sabtu (22/06/2019) mengatakan, pembangunan RSUD Sumbawa dilahan seluas 8 (Delapan) Hektar diwilayah Dusun Sering Desa Kerato Kecamatan Untir Iwis ini merupakan rumah sakit termegah di Pulau Sumbawa yang akan menelan anggaran senilai 315 Milyar, selain megah, rumah sakit ini juga dirancang tahan gempa karena wilayah kabupaten sumbawa masuk dalam zona rawan gempa, oleh karenanya dirancang demikian dan bahkan bisa menjadi tempat berlindung ketika ada gempa.

Rumah Sakit ini, rencananya akan dilakukan peletakan batu pertama pada hari Senin 24 Juni 2019 yang akan dihadiri langsung oleh Direktur Farmasi RI yang rencana awalnya Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) yang datang namun karena ada tugas Negara di luar negeri, beliau tidak dapat hadir, terang Dede.

Menteri Kesehatan batal hadir karena berada di Belanda untuk urusan dinas bersama Dirjen, sehingga yang mewakili Menteri untuk peletakan batu pertama pembangunan RSUD Sumbawa adalah Direktur kefarmasian yang datang bersama rombongan dan saat ini untuk persiapan acara ground breaking termasuk penyambutan tamu pusat dan provinsi sudah dilakukan beserta jalan masuk kelokasi telah dilakukan pengurukan, terang Dede.

Peletakan batu pertama ini, menandai dimulainya pelaksanaan pembangunan RSUD yang nantinya diawali dengan dibangunnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Rawan Jalan (IRJ). Untuk IGD dibangun berlantai 1 (satu) dengan luas 1772 meter persegi dengan anggaran mencapai Rp. 15,5 Milyar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sedangkan IRJ dibangun berlantai 1 (Satu) juga dengan luas bangunan 2627 meter persegi dengan total anggaran sebesar Rp. 19,5 Milyar yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumbawa. Pengerjaan dua bangunan ini akan tuntas Desember 2019 mendatang dan langsung digunakan untuk memberikan pelayanan medis dan setelah itu akan diikuti dengan bangunan-bangunan lainnya yang berlantai 2 (Dua) dan 3 (Tiga), tegas Dede.

Saat ini dana untuk pembangunan RSUD ini telah dialokasikan oleh Pemerintah Daerah senilai Rp. 100 Milyar dari Dana Alokasi Umum (DAU), sisanya yang senilai 215 Milyar telah diusulkan ke Pusat melalui kementrian kesehatan RI dan realisasi anggaran ini akan diberi kepastian pada akhir tahun anggaran 2019. Dengan adanya dana ini, maka pembangunan RSUD Sumbawa akan rampung Tahun 2020.
“Dukungan semua pihak sangat diharapkan demi lancarnya pembangunan sehingga dapat selesai tepat waktu agar segera dimanfaatkan untuk kepentingan Masyarakat,” tutup Dede. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here