Home Pemerintahan Imigrasi Sumbawa Tolak 30 Paspor Dan Selektif Terbitkan Paspor Tujuan Malaysia

Imigrasi Sumbawa Tolak 30 Paspor Dan Selektif Terbitkan Paspor Tujuan Malaysia

61
0

Sumbawa Besar- Maraknya beredar informasi para oknum-oknum TKI ilegal asal indonesia yang masuk ke Malaysia membuat Kantor Imigrasi TPI Kelas II Sumbawa lebih selektif dalam menerbitkan paspor pemohon hal itu bertujuan untuk mencegah masalah bagi calon tenaga kerja indonesia (CTKI), khususnya yang berasal dari sumbawa.

Kepala Imigrasi TPI kelas II Sumbawa, Andy Cahyono Bayuadi yang ditemui diruang kerjanya, Kamis (11/07/2019) mengatakan, sedikitnya ada 30 (Tiga Puluh) pemohon pembuatan paspor sudah ditolak hingga Juni 2019 ini. Penolakan paspor yang dilakukan oleh pihaknya berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen dan wawancara terhadap pemohon.

“Kita tolak karena dikhawatirkan akan menjadi TKI non prosedural. Karena layanan imigrasi juga ada di LTSP bersama Pemda. Karena kita punya beban moral untuk membantu masyarakat, menjaga dan melindungi warga negara kita,” jelas Andy (Sapaan akrab Kepala Imigrasi TPI Kelas II Sumbawa).

Kasus sebelumnya yang pernah terjadi di sumbawa yaitu TKI berangkat menuju Malaysia namun melanjutkan perjalanannya ke Negara Timur Tengah, hal seperti ini tidak dibenarkan dan itu juga menjadi salah satu yang membuat Imigrasi Sumbawa harus lebih selektif dan rata-rata lebih banyak menolak pembuatan paspor CTKI tujuan ke Malaysia.

“Untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan yang sama makanya kami lebih selektif,” terang Andy

Himbauan kepada masyarakat Sumbawa dan KSB agar tidak mudah terbuai dengan rayuan manis oknum yang menjanjikan pekerjaan di luar Negeri walaupun setiap warga negara berhak untuk pergi ke luar negeri namun paspor yang digunakan harus sesuai dengan tujuannya.

“Jangan asal berangkat saja karena resiko yang terjadi kedepan di tanggung sendiri. Kami juga khawatir mendapat komplain dari pemohon karena hak asasi juga namun kalau disalahgunakan harus ditolak dan Kami tidak menghalangi masyarakat untuk bekerja di luar negeri namun alangkah baiknya mencegah CTKI menjadi korban itu lebih baik,” tutup Andy. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here