Home Pemerintahan Masih Menunggak 38 Miliar, UPTB UPPD Sumbawa Bangun Samsat Ditiap Desa

Masih Menunggak 38 Miliar, UPTB UPPD Sumbawa Bangun Samsat Ditiap Desa

17
0

Sumbawa Besar- Untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah segala upayapun dilakukan UPT Badan Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Samsat Sumbawa diantaranya dengan cara sosialisasi pajak dan mendekatkan pelayanan bagi wajib pajak sampai ke pelosok terpencil Kabupaten Sumbawa.

Kepala UPTB UPPD Kabupaten Sumbawa Muhammad Husni, S. Sos, M. Si,. yang ditemui media ini diruang kerjanya, Senin, (08/07/2019) mengatakan untuk menargetkan serapan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di tahun 2019 sebesar Rp 61 miliar, sementara dari jumlah tersebut 54 persen atau yang senilai Rp 30 miliar lebih sudah berhasil diserap hingga pertengahan tahun ini.

“Kalau target tahun lalu hanya Rp. 50 Miliyar sedangkan Tahun 2019 ini meningkat menjadi Rp. 61 Miliyar dan target itu optimis kami peroleh dengan berbagai terobosan yang dilakukan,”.

Lebih lanjut Muhammad Husni mengatakan bahwa saat ini berbagai inovasi dan terobosan baru terus digalakan untuk merealisasikan target penerimaan pajak tahun ini, seperti meningkatkan kualitas pelayanan baik dari segi SDM maupun sarana prasarana, contohnya seperti Drive Thru yang tujuannya meringkas pelayanan, memberikan pelayanan pada malam hari di Taman Mangga Sumbawa, selain itu juga membuka kantor perwakilan di beberapa kecamatan dan bekerjasama dengan sejumlah desa sekitaran kota untuk mendirikan Samsat Desa,” jelas Husni.

Untuk Kecamatan terjauh seperti Tarano, Labangka dan Lunyuk, Samsat Sumbawa memberikan pelayanan kelilling. Pelayanan ini dijadwalkan minimal dua kali dalam satu bulan atau setiap kali turun dilangsungkan selama dua hari.

“Samsat Sumbawa memiliki kendaraan operasional keliling empat unit sehingga untuk daerah Lunyuk petugas menginap dua malam dan roling dengan yang lain sedangkan daerah Labangka, sebulan bisa sampai empat kali dan petugas-petugas itu bergantian,” terang Husni.

Selain itu Samsat Sumbawa juga menyediakan one call untuk menguhubungi petugas jika masyarakat sedang sibuk bekerja atau ada kepentingan penting lainnya seperti ASN dan petugas akan mendatanginya, sebelum itu ada juga sms pemberitahuan jika pajak sudah memasuki jatuh tempo, samsat sumbawa juga memiliki empat petugas yang langsung mendatangi rumah wajib pajak.

“Petugas ini tidak untuk menangih melainkan hanya untuk memberitahukan kepada wajib pajak bahwa pajaknya telah lewat atau telah sampai waktu pembayaran,” tutup Husni.

Itulah berbagai upaya dilakukan untuk mengejar tunggakan dalam kurun waktu 2 hingga 5 tahun terakhir yang ada di Kabupaten Sumbawa yang nilainya sebesar Rp 38 miliar dan juga samsat sumbawa selalu dan tetap berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, tutup Husni. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here