Home Lingkungan Tobat:Puluhan Pelaku Ilegal Fishing Serahkan Bom Ikan Ke Dislutkan Sumbawa

Tobat:Puluhan Pelaku Ilegal Fishing Serahkan Bom Ikan Ke Dislutkan Sumbawa

90
0

Sumbawa Besar-Pasca diakannya kampanye destructive fishing beberapa waktu lalu di Dusun Perajak Moyo hilir Kecamatan Moyo Utara, Puluhan pelaku datangi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa, mereka adalah kelompok nelayan yang kesehariannya menggantungkan nasib dari hasil laut dengan cara mengebom untuk mendapatkan ikan yang banyak dan cepat padahal apa yang mereka lakukan jelas sangat merungikan dan merusak ekosistim laut terutama terumbu karang.

Kedatangan mereka ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa sebenarnya adalah untuk menyatakan diri berhenti melakukan pengeboman ikan sekaligus memberikan tanda simbolis dua botol bom ikan siap pakai sebagai bukti keseriusan mereka.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang pengawasan ikan Zulkifli, M.Si yang ditemui diruang kerjanya, Senin (05/08/2019) membenarkan bahwa sekitar ada 27 (dua puluh tujuh) orang dari Desa Prajak mendatangi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa, kedatangan mereka untuk menyatakan diri siap berhenti mencari ikan dengan cara mengebom sekaligus menyerahkan simbolis dua botol bom ikan siap pakai sebagai bukti keseriusan mereka dari kegiatan atau pekerjaan mencari ikan dengan cara instan tersebut dan meminta agar Dinas dapat memfasilitasi pengganti alternatif dari pekerjaan mereka selama ini.

“Hal tersebut disambut baik oleh Dinas dan Dinas Perikanan dan Kelautan saat ini telah berkoordinasi dengan Balai Budidaya Lombok agar dapat memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat pengebom ini bagaimana cara menjadi pembudidaya ikan yang baik,”.

Niat mereka untuk berhenti menangkap ikan dengan cara mengebom inipun telah disampaikan kepada Mentri Perikanan dan Kelautan dan Mentri merespon positif langkah yang mereka ambil serta meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa agar segera memfasilitasi mereka dengan cara membuatkan proposal sesuai dengan keinginan mereka menjadi pembudidaya ikan kerapu, jelas Zul (Sapaan akrab Kabit Perikanan dan Kelautan ini).

Selain itu juga teman-teman di pusat telah memberikan sinyal lampu hijau kepada Dinas, bahwa kementrian akan memberikan mereka bantuan namun untuk bantuannya belum dapat dijelaskan yang jelas Mentri Perikanan dan Kelautan benar-benar mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh masyarakat Desa Prajak tersebut dan akan memberikan pendampingan serta pembinaan untuk mereka yang sadar akan bahaya pengeboman bagi keberlangsungan ekosistem laut maupun bagi diri mereka sendiri, terang Zul.

Semua ini juga berkat kegiatan Kampanye Ilegal Fhising atau DF yang telah dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa melalui program Kementrian Kelautan dan Perikanan pada tanggal 22 sampai 24 Juli 2019 lalu di Desa Prajak Kabupaten Sumbawa sehingga banyak masyarakat yang tersadarkan oleh kegiatan kampanye tersebut sehingga banyak masyarakat dengan suka rela menyatakan diri untuk berhenti mencari ikan dengan cara mengebom, tutup Zul. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here