Home Pemerintahan Beberapa Wilayah Alami Kekeringan, Anggaran Distribusi Habis, Masyarakat Menjerit

Beberapa Wilayah Alami Kekeringan, Anggaran Distribusi Habis, Masyarakat Menjerit

28
0

Sumbawa Besar- Kekeringan yang melanda Kabupaten Sumbawa mulai Mei hingga pertengahan September ini membuat sebagian masyarakat Kabupaten Sumbawa mengeluh kekurangan bahkan kehabisan air bersih, sumur maupun air PDAM tak lagi dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, M. Nurhidayat, S.T,. yang diwawancarai media ini diruang kerjanya, Rabu (18/09/2019) mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa dalam kurun waktu dua minggu ini telah berupaya semaksimal mungkin untuk tetap dapat mensupplay membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan namun karena terbentur anggaran yang dimiliki telah habis sehingga hanya bisa menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat barulah pendistribusian air ini dapat dilanjutkan.

“Kami dari BPBD tidak dapat berbuat banyak saat ini sebab anggaran untuk pendistribusian air ke masyarakat yang terdampak kekeringan telah habis, jadi kami hanya bisa berharap bantuan Pemerintah Pusat segera cair baru pendistribusian ini dapat dilanjutka,”.

Ada 17 (Tujuh belas) Kecamatan di Kabupaten Sumbawa yang terdampak kekeringan cukup parah sejak beberapa bulan lalu sehingga benar-benar sangat membutuhkan bantuan air bersih. Untuk memudahkan dan mempercepat pendistribusian air bersih, BPBD Sumbawa membagi kedalam tiga zona Yakni zona barat meliputi Kecamatan Rhee sampai Alas Barat, zona tengah mulai dari Sumbawa kota dan sekitarnya sampai Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hilir hingga Moyo Hulu dan zona Timur meliputi Kecamatan Lopok sampai Tarano.

“Namun sejak beberapa minggu ini, pendistribusian terpaksa dihentikan lantaran anggaran yang dimiliki sudah habis dipergunakan. Bantuan anggaran melalui APBD murni serta tambahan dari DTT (Dana Tak Terduga) oleh Pemda Sumbawa hanya sebesar Rp 124 juta saja dan semua telah habis terpakai karena disebabkan besarnya kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan,” jelas Dayat (Sapaan akrab Kabit kedaruratan BPBD Sumbawa ini).

Selain itu juga kekeringan yang melanda Kabupaten Sumbawa di Tahun 2019 ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya bahkan dari info BMKG, kemarau
terpanjang dimulai dari tahun 2019 sampai 2021 mendatang sehingga supplay air bersih yang harus dipersiapkan untuk didistribusikan jelas akan semakin meningkat dan hal itulah yang membuat cepatnya anggaran habis digunakan.

Untuk diketahui bahwa BPBD Sumbawa telah meminta bantuan air bersih sebanyak 7 juta liter ke pusat melalui provinsi yang dilakukan sekitar 3 bulan lalu dan Provinsi telah kordinasi hari Senin kemarin bahwa telah ada titik terangnya.

“Mudah-mudahan secepatnya terealisasi agar bantuan air bersih dapat segera didistribusikan ke masyarakat lagi,” tutup Dayat. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here