Home Ketahanan Direktur RSMA Sumbawa Batalkan SK Pemecatan Satu Perawatnya

Direktur RSMA Sumbawa Batalkan SK Pemecatan Satu Perawatnya

195
0

Sumbawa Besar-Pasca pemecatan yang dilakukan oleh Direktur Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA), dr. Arindra Kurniawan yang mengeluarkan SK pemecatan terhadap YDA.S.Kep.Ns-Perawat yang dinilai sepihak beberapa waktu lalu dan menuai keberatan dari pihak keluarga YDA.

YDA S.Kep. Ns—perawat setempat yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL). Pemberhentian ini dilakukan Direktur karena perawat bersangkutan dinyatakan melakukan pelanggaran etik keperawatan, salah satunya melanggar ketentuan Surat Perjanjian Kontrak Kerja pasal 4 huruf d dan k. Namun pemecatan sepihak dengan alasan melanggar kode etik ini tentu saja tidak diterima baik oleh YDA dan keluarganya. Mereka menilai pemecatan itu tidak sesuai ketentuan. Diduga kuat alasan pemecatan karena persoalan pribadi. Khususnya terkait masalah asmara.

Direktur RSMA melalui Kasubbag Umum dan Kepegawaian (RSMA) Sumbawa L.Ashari Cahyadi saat ditemui awak media kamis (05/09/2019) diruang kerjanya Mengatakan,terkait pemecatan yang dilakukan oleh Direktur RSMA terhadap YDA salah satu perawat beberapa waktu lalu,saat ini yang bersangkutan YDA sudah kembali bekerja,karna SK pemecatan beberapa waktu lalu telah dibatalkan,dan saat ini YDA sudah aktif lagi bekerja seperti biasa.

Menurut Ashari,ada kesalahan dan kekeliruan masalah internal dan masalah pribadi antara Direktur dan YDA, terkait dikeluarkan SK pemecatan terhadap YDA salah seorang perawat,pemecatan yang dilakukan oleh Direktur terhadap YDA tanpa melalui dirinya selaku yang menangani semua pegawai lantaran saat terbitnya SK pemberhentian YDA dirinya tengah ada tugas dinas diluar kota.Ashari dalam hal pemecatan YDA sempat di tlpn oleh ibu YDA terkait pemecatan anaknya tersebut dan mempertanyakan kepada dirinya,ia mengaku kaget lantaran sebelumnya ia tidak mengetahui kalau ada pemecatan terhadap salah satu perawat.

Lebih kanjut Ashari mengatan,bahwa dalam hal pemecatan terhadap YDA,pihak RSMA mengadakan rapat internal membahas masalah SK pemecatan YDA,sehingga hasil rapat tersebut secara resmi membatalkan SK pemecatan terhadap YDA dan mengembalikan YDA bekerja seperti biasa dan SK pembatalan pemecatan YDA sudah di print dan di simpan untuk diberikan kepada YDA.

“saat ini YDA sudah mulai bekerja,kebetulan kemarin malam YDA kena jadwal piket malam,dan YDA hari ini juga masuk piket”ujar Ashari.

Kasubbag Umum Dan Kepegawaian RSMA juga memberikan pilihan kepada YDA untuk memilih diruangan mana YDA mau bertugas,akan tetapi YDA tetap memilih kelas III dimana awal dia ditempatkan pertama kalinmasuk menjadi perawat di RSMA.

Dalam kesempatan yang sama,bahwa Direktur RSMA sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga YDA terkait masalah pemecatan YDA yang telah membuat cemas pihak keluarga YDA

Ashari berharap kepada semua pegawai RSMA untuk selalu menjaga kondusipitas Rumah Sakit dan tetap bekerja seperti biasa pasca terjadi pemasalahan internal antara Direktur dan salah satu perawat beberapa waktu lalu,”biarkan direksi yang menangani permasalahan pegawai”pintanya.

Saat ditanyai terkait mekanisme pemecatan terhadap pegawai dan staf,Ashari mengatakan,bahwa bisa dilakukan pemecatan terhadap pegawai ketika ada beberapa hal- hal seperti kedisiplinan,etika,kinerja,etika terhadap masyarakat dan pasien itu yang jadi penilaian bisanya dilakukan pemecatan atau pemutusan kontrak dari pegawai.

Pihak Rumah Sakit tidak serta merta memecat pegawai ketika beberapa hal-hal tersebut tidak terpenuhi,tentu ada mekanisme-mekanisme yang lalui,”misalnya seperti kita disini melakukan pembinaan terhadap pegawai yang nakal dan melakukan pelanggaran,kita akan melakukan pembinaan sebanyak tiga kali dan baru kemudian kami mengeluarkan surat pernyataan tidak puas atas kinerjanya dan setelah itu kami mengadakan rapat direksi dan baru kita putuskan”tutup Ashari.(bs/sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here