Home Sosial Budaya Festival Teba Murin Kembali Digelar

Festival Teba Murin Kembali Digelar

151
0

Sumbawa Besar-Kegiatan Festival Teba Murin di kecamatan Lenangguar kembali akan digelar, rencana kegiatan ini dimulai pada tanggal 19 Sampai 22 September Tahun 2019

Dalam Festival Ini akan menyajikan berbagai kegiatan seni daerah, seperti Pentas Seni dan Budaya menampilkan kesenian Tradisional khas Samawa, dan juga kreasi baru kolaborasi sebagai bentuk ekspresi seniman serta ritual-ritual atau upacara adat yang sering dilaksanakan didalam masyarakat dan kehidupan sehari – hari.

Kegiatan karnaval atau pawai budaya yang diikuti oleh masyarakat dengan menggunakan berbagai macam pakaian tradisional,Tentu dengan tema mengusung upacara adat atau ritual adat yang berkembang dan hidup didalam kehidupan sehari – hari.

Kegiatan lanjutannya juga ada pasar Pokamon yaitu pasar tradisional yang menjual kerajinan lokal serta sajian khas masakan yang secara langsung bisa dilihat pembuatannya. Bagi pengunjung yang berbelanja ditukar dengan uang koin serta penukaranya dilakukan di Money Changger yang sudah disiapkan.

Ritual Turen Bendrang jeruk Ai Oram merupakan sebuah proses dilakukan sebelum masuk perkawinan, sebagai proses pensucian diri bagi pasangan mempelai yang siap menapaki jenjang rumah tangga. Calon mempelai laki-laki maupun wanita akan dihias seperti naik pelaminan. Tentu juga ada atraksi yang disajikan.
Romantick Night juga merupakan bagian agenda Festival Teba Murin merupakan kegiatan kesenian musik tradisional di lokasi objek wisataTeba Murin.

Barapan Kebo merupakan suatu permainan khas yang dimiliki oleh masyarakat Agraris Sumbawa yang menandakan akan masuknya musim tanam dan atau setelah panen.

Ketua panitia kegiatan Dedy Satriawan SPi saat diwawancarai mengatan,menurutnya Memang diakui pengolaan sumberdaya kebudayaan dan pariwisata tidak dapat dipungkiri memerlukan anggaran yang cukup besar. Namun kita pahami bersama daya tarik yang dimunculkan dari dua sisi ini dapat menarik banyak orang terlibat didalamnya. Investasi dalam dunia ini tentu tidak dapat dinikmati saat itu juga, tetapi dalam beberapa waktu kedepan akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi.

Iaberharap dengan adannya event festival ini memberi ruang bagi pelaku kebudayaan dan pariwisata untuk bersinergi dalam pembangunan sektor tersebut, tentu juga memperhatikan partisipasi aktif masyarakat untuk bersinergi dalam mengelolah sumber – sumber kebudayaan dan pariwisata di tana Samawa adalah elemen yang vital dalam struktur sinergi pengolaan kebudayaan dan pariwisata baik itu pemerintah, stakeholders dan masyarakat.

“mari kita lestarikan budaya kita,kita secara bersama- sama mempromosikan adat dan kebudayaan tau samawa keluar daerah bahkan bila perlu mendunia,kita tunjukan kepada seluruh dunia bahwa inilah kearipan lokal kita orang sumbawa yang sangat welcome terhadapa semua suku ras dan agama.”ajak Satriwan.(bs/ds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here