Home Sosial Budaya Kadis Pariwisata NTB: Sumbawa Belum Siap Melaksanakan Fesmo

Kadis Pariwisata NTB: Sumbawa Belum Siap Melaksanakan Fesmo

387
0

Sumbawa Besar- Pembukaan Festival Pesona Moyo (FPM) 2019 yang berlangsung Minggu 15 September 2019 malam dinilai cukup miris. Sebagian besar masyarakat yang hadir menyaksikan Open Ceremony FPM yang ditampilkan cukup megah dan pastinya dengan anggaran yang sangat besar merasa sangat kecewa pasalnya pada Teaser Pariwisata yang ditayangkan sangat minim mempromosikan potensi Sumbawa, terutama keindahan destinasi wisatanya. Yang paling dominan adalah potensi Pulau Lombok, dengan durasi tayangan yang cukup lama. Sedangkan Sumbawa tak lebih dari 4 detik, itupun tampilan seorang penari. Lucunya lagi, tayangan yang ditampilkan tidak sesuai dengan judul yang dibacakan oleh MC yaitu keindahan Teluk Saleh. Tapi tayangan justru tak sedikitpun menayangkan tentang Teluk Saleh. Padahal Teluk Saleh memiliki puluhan Hiu Paus yang kini menjadi destinasi unggulan. Ada juga Gili Dangar Ode yang pesonanya sudah tersohor hingga mancanegara serta pulau moyo yang tersimpan air mata jitunya dan kolam putri diana Inggris.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si yang dicegat wartawan BeritaSumbawa.Net saat acara pembukaan Open Ceremony FPM di halaman Kantor Bupati Sumbawa Minggu (15/09/2019) mengatakan dominasinya promosi destinasi wisata Pulau Lombok pada acara Pembukaan Festival Pesona Moyo (FPM) 2019 malam ini karena memang Dinas Pariwisata Sumbawa belum siap dalam menyelenggarakan semua ini, ia mengakui jika yang ditayangkan pada layar teaser pariwisata tersebut adalah video Pesona Lombok—Sumbawa yang diproduksi sudah lama.

“Sebenarnya ada satu video yang diberikan Dinas Pariwisata Sumbawa untuk ditayangkan pada pembukaan FPM 2019. Video itu diberikan tadi sore atau beberapa jam sebelum acara dimulai, meski pihaknya sudah meminta jauh hari sebelumnya,” jelas Faosal.

Video yang berjudul “SAMOTA” yang diberikan oleh Dinas Pariwisata Sumbawa untuk ditanyangkan itu ternyata rusak dan tidak bisa diputar. Selain itu, saat dicek isi tayangan video tersebut diambil dari youtube.

“Jadi untuk masalah rusaknya video itu, silahkan dikonfirmasi ke Dinas Pariwisata Sumbawa dan jangan ditanya kesaya soal rusaknya video itu tapi tanya orang Dinas Pariwisata Sumbawa,” tutup Faosal. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here