Home Sosial Budaya Syamsul Fikri: Ada Sabotase Di Opening Ceremony Fesmo

Syamsul Fikri: Ada Sabotase Di Opening Ceremony Fesmo

406
0

Sumbawa Besar- Pembukaan Opening Ceremony Festival Pulau Moyo yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Sumbawa Minggu malam ternyata membuat banyak masyarakat sumbawa kecewa pasalnya tanyangan tentang pariwisata yang ditayangkan lebih dominan mempromosikan pulau Lombok daripada Pariwisata Pulau Sumbawa sehingga dalam acara pembukaan FPM kali ini diduga ada sabotase pihak Pemprov.

Dugaan ini disampaikan lansung Wakil Ketua DPRD Sumbawa Syamsul Fikri AR S.Ag., M.Si,. karena ia juga melihat sendiri tayangan Teaser Pariwisata pada Opening Ceremony FPM tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa periode 2019-2024 Syamsul Fikri, S.Ag,. M.Si,. yang diwawancarai media ini setelah acara usai, Minggu (15/09/2019) mengatakan sangat prihatin dan kecewa, dimana dalam tayangan yang disajikan bukannya mempromosikan pariwisata pulau sumbawa melainkan yang dominan dipromosikan adalah pariwisata pulau lombok padahal pulau lombok itu sudah terkenal dan dikenal sampai ke mancanegara.

“Dijudulnya Festival Pesona Moyo tapi promosinya pariwsata Pulau Lombok. Sebetulnya untuk apa lagi Pulau Lombok yang mesti lebih dominan dipromisikan di Opening Ceremony kali ini, toh pariwisata pulau lombok sudah dikenal sampai ke Mancanegara,ini kan gawenya sumbawa jadi kenapa gak diperbanyak vedeo wisata yang di sumbawa,”kata fikri.

Dari konfirmasinya dengan pihak Dinas Pariwisata Sumbawa, Video tentang SAMOTA termasuk Teluk Saleh yang menjadi ikon FPM sudah diberikan kepada pihak provinsi untuk ditayangkan pada Teaser Pariwisata Pembukaan FPM karena mengingat dalam acara CFPM kali ini akan hadir Dato Syahril Abdullah, investor asal Malaysia yang ingin berinvestasi di NTB termasuk Sumbawa. Sebagaimana yang dikatakan oleh Gubernur NTB saat pembukaan bahwa wisatawan yang paling banyak datang ke Sumbawa adalah dari Malaysia.

“Sehingga kehadiran Dato Syahril ini sangat penting dalam hal mempromosikan potensi pariwisata Sumbawa di negaranya serta potensi lain yang bisa dikembangkan namun jika yang ditayangkan tentang potensi pariwisata Lombok, bagaimana potensi Sumbawa bisa dikenal dunia terutama di Malaysia. Sepertinya propinsi tidak rela pariwisata Sumbawa maju,” terang Fikri.

Seharusnya Provinsi lebih gencar mempromosikan Sumbawa karena Lombok sudah dikenal masyarakat di seluruh dunia, agar kebijakan Pemprov terlihat ada keseimbangan bukan kesenjangan. Untuk itu Pemda Sumbawa melalui leading sektor terkait untuk mengajukan protes sehingga ke depan persoalan ini tidak menjadi tradisi.

“Saya tidak ingin Pemprov terus-terusan menganak tirikan Sumbawa, sudah saatnya kita harus bangkit dan melawan bila Pemprov selalu menghalangi kemajuan sumbawa,” tutup Fikri. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here