Home Hukum & Kriminal Kajari,Tidak Tutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru Dalam Kasus KUA Labangka

Kajari,Tidak Tutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru Dalam Kasus KUA Labangka

659
0

Sumbawa Besar- Setelah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan saksi-saksi terkait kasus dugaan penyimpangan Proyek Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Labangka Tahun 2018, akhirnya dua tersangka yaitu JS selaku wakil direktur CV. Samawa Talindo Resourse sebagai Kontraktor Pelaksana Pembangunan dan FR Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kejaksaan Negeri Sumbawa juga meyakini bahwa masih akan ada beberapa tersangka lagi yang bakal menjadi tersangka dan ditahan.

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, SH,. MH,. yang didampingi Kasi Pidsus Reza Safetsila Yusa, SH,. Kasi Pidum Lalu Mohammad Rasyidi, SH,. Kasi Intel Putra Riza Akhsa Ginting, SH,. dan Jaksa Penyidik Rahajeng Dinar Hanggarjani, SH., MH,. dalam jumpa Pers di Kejaksaan Negeri Sumbawa, Kamis (17/10/2019) mengatakan bahwa, kasus ini tidak akan berhenti sampai disini dan akan terus dikembangkan sebab kemungkinan besar akan adanya tambahan tersangka baru. Penambahan tersangka tersebut bisa lebih dari dua orang sebagaimana hasil pengembangan penyidikan bahwa, kasus tindak pidana korupsi tidak mungkin berdiri sendiri melainkan saling terkait dari awal sampai akhir sehingga dalam kasus ini kemungkinan banyak sekali orang yang bermain.

“Tersangka baru ini bisa jadi dari pihak Kemenag atau pihak lain namun untuk saat ini masih dalam pengembangan dan setelah alat buktinya kuat, kami akan kembali tetapkan tersangka baru dan melakukan penahanan,”

Penahanan terhadap JS dan FR ini, karena kejaksaan telah mengantongi bukti yang cukup beserta hitungan hasil kerugiaan negara berdasarkan perhitungan BPKP sebesar Rp 1,2 milyar, jelas Kajari.

Kasus ini berawal dari Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa pada tahun 2018 lalu mendapatkan alokasi anggaran kegiatan pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Tahun 2018 yang dananya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) TA 2018. SBSN adalah Surat Berharga Syariah Negara yang berupa obligasi negara dalam bentuk Syariah yang merupakan program dari kementerian Keuangan berbasis Syariah.

Pada Tahun 2018 itu, Kanwil Kemenag NTB mendapatkan 11 program kegiatan pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji di seluruh NTB dan Kemenag Kabupaten Sumbawa mendapatkan 4 kegiatan yaitu KUA Sumbawa, KUA Unter Iwes, KUA Moyo Utara dan KUA Labangka dengan anggaran masing-masing Rp 1,5 Milyar dan masing-masing anggaran tersebut masuk dalam DIPA dari Kementerian Agama Kabupaten, sehingga pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh para pejabat pengadaan dari Kementerian Agama Kabupaten Sedangkan untuk pelaksanaan pelelangan atau tender dilakukan oleh Pokja ULP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, terang Kajari.

Setelah ditender, Pokja ULP Kanwil Kemenag Provinsi NTB menetapkan CV Samawa Talindo Resource yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai pemenang tender Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka, dengan nilai kontrak Rp 1.240.558.000 (1,24 Milyar) dan proyek tersebut dikerjakan dalam waktu selama 140 hari, terhitung sejak tanggal 19 Juli 2018 sampai 1 Nopember 2018 dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

“Namun ironisnya sampai berakhirnya masa kontrak, realisasi fisik hanya 41,56 % dari total 100 % pekerjaan sementara pencairan keuangan telah dilakukan sebesar 100 %,” tutup Kajari. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here