Home Sosial Budaya NU Sumbawa Adakan Upacara Hari Santri Perdana

NU Sumbawa Adakan Upacara Hari Santri Perdana

31
0

Sumbawa Besar- Ratusan peserta rayakan Hari Santri Nasional (HSN) dengan melaksanakan upacara sekaligus jalan santai diiringi oleh Drum Band mengitari lapangan Pahlawan Sumbawa serta berbagai atraksi dari para pendekar Pencak Silat Pagar Nusa seperti memecahkan bata dengan kepala, mencabut pedang yang digenggaman yang terikat erat dengan kain yang ketajaman pedang telah dibuktikan terlebih dahulu serta atraksi-atraksi lain yang memukau para tamu dan penonton.

Kegiatan peringatan hari Santri ini diadakan pertama kali di Sumbawa oleh Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU), PMII, Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Sumbawa di Halaman Taman Pahlawan Sumbawa Besar yang diakhiri dengan ratusan peserta HSN 2019 mengikuti Jalan Sehat diiringi Drum Band para Santri, Selasa (22/10/2019).

Dalam sambutannya, Ketua Tahfidziyah NU Kabupaten Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah, mengucapkan selamat hari santri. Hari ini adalah tahun ke 4 hari santri diperingati di Indonesia dan yang pertama dirayakan di Sumbawa. Kedepan kita akan selalu peringati hari santri ini di Kabupaten Sumbawa ini sebagaimana kita tau peran kaum santri telah diakui negara melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015 tentang penetapan hari santri setiap tanggal 22 Oktober sebagai hari santri. Tahun ini kaum santri kembali mendapat penguatan negara melalui pengesahan UU pesantren. UU tersebut tidak berada di bawah naungan Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melainkan berdiri sendiri. Sehingga tidak boleh ada yang mengintervensi.

Melalui UU ini santri dan pendidikan pesantren diharapkan dapat meningkatkat peran dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara melaui fungsi pendidikan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

Ditengah revolusi gelombang ke-4, santri harus kreatif, inovatif dan adaptif terhadap nilai-nilai lalu yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai yang baik dan santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai muslim yang berakhlaqul kharimah dan harus hormat kepada kyai dan menyanjung tinggi ajaran para leluhur terutama metode dakwah dan pemberdayaan wali songo.

Santri harus menegakkan dan melestarikan ajaran islam ahlussunnah waljamaah yaitu islam yang bermazhab yang kembali kepada alqur’an dan al-Hadist. Santri dituntut untuk cerdas menggemakan argumen islam yang relevan dengan semangat membangun simbiosis islam dan kebangsaan karena demikian inilah yang diajarkan oleh Wali Songo.

Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman.

Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri.

Hari ini santri juga hidup di tengah era digital. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya.

Hari Santri yang dilaksanakan di Sumbawa ini adalah yang pertama kali dan antusias para santri sungguh luar biasa dan sangat meriah, dimana Santri bisa berkarya dan ikut serta dalam membangun masyarakat.

“Harapan kedepannya santri dapat berbudi, bertakwa, dan berilmu, serta kedepannya acara ini harus terus dilaksanakan setiap tahun dan bisa dikemas dengan lebih baik lagi,” tutup Haji Mo. (bs/ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here